Foto Kenangan bersama keluarga besar Jamkrindo, perusahaan tempatnya berkarir.

Susah Move on (Bukan berarti gagal)

Butuh setidaknya seratus delapan puluh tujuh hari (baca 187) buatku untuk bisa kembali menuliskan sesuatu tentangnya.
Sesungguhnya postingan ini sedikit memaksa. Niat hati jauh jauh hari aku akan mengakhiri cerita ini di tanggal hari kelahirannya yang kebetulan tahun ini jatuh pada tanggal cantik 19 09 19.
Sesungguhnya besok pagi pukul 07.00 aku harus menghadiri undangan wisuda anak didik di kampus tempatku belajar untuk mengajar.
Sesunggguhnya saat ini tensiku belum beranjak dari angka 90/70.
Sesungguhnya malam ini perut sedang sebah seakan ada angin yang berlarian di dalamnya.
Tapi aku berhasil menyemangati diri sendiri untuk tetap melanjutkan draft tulisan ini.
Kak Nora, kakak ipar Fenty yang sulung di hari Fenty dikebumikan sudah meminta tulisan ini diselesaikan. Sahabat blogger, adek angkat,  desy zulfiani juga mengusulkan tulisan ini segera diselesaikan part akhirnya begitu juga para kawan, sahabat dan pembaca setia jalan cerita ini pun meminta demikian.
Aku tahu konsekwensinya, kalau gak mata bengkak akibat nangis sepanjang malam, mungkin ya bindeng.
Jujur, aku susah move on, tapi aku berusaha sekeras hati untuk tidak gagal. Walaupun, satu kali beberapa malam yang lalu, saat aku trial menghadiri orang yang meninggal

Pada tulisan lupus part 5 sebelumnya aku sudah bercerita bagaimana kami hijrah pada pengobatan Thibun Nabawi akibat kehabisan dana. Syukur kepada Allah, akhirnya itu menjadi cikal bakal kami sekeluarga mengenal produk Halal tersebut dan mulai istiqomah mengkonsumsinya.
Butuh waktu lama buatku untuk bisa kembali menerima kehadiran “rumah sakit”.
Butuh waktu gak sebentar buatku untuk kembali menghadiri berita kematian.
Beberapa malam kemarin, anak seorang ketua organisasi tptku belajar berpulang. Menemani Bang Iwan aku ikut kesana. Aku pikir aku telah siap. Tapi ternyata berhari hari setelah itu aku didera ketakutan. Wajah wajah almarhum mama, papa dan Fenty datang silih berganti setiap malam. Bahkan ketika mayit tiba di rumah duka setelah proses autopsi di Rumah Sakit, dimataku, makhluk tak bernyawa berbungkus kafan dengan wajah terbuka hidung ditutup kapas itu adalah Fenty. Astaghfirullah…

Dalam sebuah tayangan ceramah Ustad Khalid Basalamah di Youtube channel  pernah kulihat katanya, “Biasanya, sebelum Allah kasi kita musibah yang besar, biasanya Allah akan kasih kita peringatan kecil dulu agar kita bersiap siap.”

Sesungguhnya aku telah menerima kejadian percobaan ini saat Fenty koma selama 30 jam di rumah, saat itu aku betul betul takut kehilangan. Namun, dari kejadian itu aku benar benar memahamkan diri bahwa segala sesuatu bisa terjadi tapi entah kapan. Hanya saja, saat Allah coba dengan kejadian kecil itu, hatiku masih menolak. Aku bisikkan ke telinganya saat itu : “ Biarlah kau kehilangan memori otak dek, biar kau tak bisa bicara, asal Allah izinkan kau tetap bersama ku.. Seperti janjiku samamu dari kita menerima penyakit ini pertama kali, Aku akan berjuang semaksimal kemampuanku untuk kehidupan kita ini.”

Tapi, mungkin menurut Allah ini lebih baik buat kita. Buatmu, buatku dan buat kehidupan orang orang yang sayang kita.

Sekarang tak kan sama lagi

Detik Detik terakhir menjelang perpisahan

Sejak kehilangan memori otak, banyak hal yang hilang dari dirinya. Dia tak lagi tertarik diajak ngobrol soal cita cita. Biasanya, aku senang membangkitkan emosinya dengan menggantungkan angan angan bersama. Tentang kelangsungan bisnis mumu drink, es kesturi yang dia bidani kelahirannya. Dulu, terjual sekontainer aja dia senang bukan kepalang. “Kalau kita isitiqomah gini terus yank, awak bisa resign, fokus ngurus usaha aja dirumah…” katanya pada Koko saat itu. Aku bilang :” Pokoknya ko gak perlu capek capek. Kalau Allah takdirkan kau punya anak, biar aku yang urus anakmu. Kau nyalon aja santai santai yaa. Gak usah pala jadi pikiran”

Biasanya dia sumringah sambil bilang :” betol ya kak.. Kalau kau yang jaga anakku aku percaya… daripada pembantu “ huft….
Segalanya berubah jauh. Dia tak lagi bergemin diajak cerita bisnis, apalagi kerja. Tapi masih tertawa ngakak kalau aku ceritakan kemajuan tingkah polah syaffa ammar.
Kebahagiannya juga dia tunjukkan saat Syaffa mulai nge – blog. Dia share tulisan syaffa yang belum banyak kemana mana sambil bilang : “ Liat ni, nurun kak ika dia suka nulis” (dengan bahasa tubuh karena selain kehilangan memori otak dia juga kehilangan syaraf bicara.

Tapi dia masih ceria ketika disuapkan bubur talbinah, diajak milih menu makanan dari IG, betapa sampai akhir hayatnya dia berusaha menyenangkan orang orang dekatnya.

Video Call terakhir, dia mulai ngawur. “kak, Fenty gak sadar, apa yang harus awak lakukan? Kakak kesini ya..” pinta Koko waktu itu. Karena tau akan panjang, aku memutuskan tidak bawa kendaraan, aku akhirnya memanggil ojek online. Pada Syaffa Ammar aku sampaikan, “Ujing gawat, kalian baik baik di rumah, nanti malam, minta papa antarkan kalian ke denai ya.. Kita nginap di rumah Ujing..”
Tapi Koko berkali kali membangkitkan keyakinan bahwa ini mungkin bagian dari proses “akan sembuh”. Jujur, ketika terakhir kami membawanya ke Rumah Sehat dikarenakan Fenty kembali tidak sadar aku mulai mempersiapkan diri. Satu yang aku tanamkan dalam hati : “ Kau cukup harus menata hati Siska, siapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk. “ Walau hingga hari ini, aku tak pernah benar benar siap.

Saat mau ke Rumah Sehat, entah kenapa ban mobil kami bocor dan gak bisa dibawa. Koko dan aku berinisiatif memanggil driver online. Tapi, Fenty, yang sudah tidak sadar mengamuk, sambil histeris menjerit : “ Kak ikaaaaa kak ikaaaaa…” Cuma namaku yang disebutnya hingga saat saat terakhirnya. Dia gak mau naik mobil yang bukan miliknya. Akhirnya, Koko mengganti ban dengan keadaan kami tetap di dalam mobil.  Dia tetap histeris. Aku tau, dia tidak mau lagi di bawa berobat. Dari masih sadarpun dia sering bilang “ Aku lelah, kak”
Tapi kami bisa apa? Sebagai keluarga yang merawat, tak rela hati ini hanya menunggu paling tidak, kami berusaha semaksimalnya dalam ikhtiar.

Akhirnya, Rumah Sehat menolak. Dari pemeriksaan disana HBnya sudah dibawah 4 dan harus transfuse. Sementara dalam pemeriksaan medis, untuk kejadian seperti itu pada pasien lupus, tidak bisa dilakukan transfusi darah sembarangan.  Harus detail. Akhirnya kami sepakat ke Rumah sakit dan kembali mengikuti tahapan yang semestinya menurut medis.

Fenty ngamuk. Sepanjang hidupnya dia memang konsisten dan konsekwen. Dia kesal padaku  Sejak awal sudah beralih pengobatan, kenapa dia dibawa ke rumah sakit lagi? Ditelinganya kubisikkan : “kami sayang kau dek.. Kami berharap Allah kasi keajaiban dengan jalan ini. “

Dia masih kesal. Sepanjang malam dia mengerang. Sesekali dia memanggilku menjerit sambil menangis : “ Kak ikaa kak ikaaaaaa kak ikaaaaa” (sambil meletakkan jari telunjuk diatas bibirnya)
Itu isyarat… Papa kami, sudah datang memanggilnya dalam bayangannya.  Itu terjadi berkali kali.

Aku berusaha menahan rasa gemetar. Dalam hati aku pikir : “Mungkin mereka segera berkumpul bersama” Mereka orang orang baik… Aku menangis tak berhenti.
Sampai pada satu malam setelah beberapa hari dirumah sakit Fenty ngamuk minta pulang. Dia tunjang pagar tempat tidur rumah sakit sekuatnya. Akhirnya aku menyerah aku bilang pada koko : “Kita pulang.. dia gak ridho di bawa kesini. Biark\lah kita kembali merawat dia di rumah ko.”

Koko gak ada pilihan dan nurut aja. Sepanjang perjalanan pulang dia ngotot mau duduk, mau liat lampu jalan, nunjuk nunjuk bus lewat, menarik narik jilbabku, memberi kode orang sedang menelepon.

“Ko, telpon la si Kakak (Kakak sulung Koko yang sangat dekat dengannya dan sedang pulang ke  Sibuhuan saat itu) dia mau Kakak ada di sini” aku minta pada Koko.

Akhirnya malam itu juga kami memaksa kakak kembali ke Medan walau sibuk dan urusannya belum selesai. Demi meyakinkan kakak bahwa itu permintaan Fenty, aku kasi HP ke Fenty, dalam keadaan tidak sadar dia bergaya seakan akan sedang menelepon. Ku foto dia kukirimkan kepada Kakak. Kakak menangis tak berhenti. Akhirnya kaka kembali ke Medan malam itu dan tiba di Medan sore.

Aku, Syaffa dan Ammar menginap di denai. Syaffa Ammar kuliburkan. Aku tak mau menyesal. Sore itu, saat kakak sampai, Fenty dalam keadaan tak sadar memberikan kode kode untuk melakukan banyak hal. Dia meminta digendong ke kamar Bou (mertuanya) membuka lemari baju menunjuk kain panjang. Meminta kami membawa tumpukan kain panjang di lemari bou dibawa ke kamarnya.

Setelah menyiapkan kain panjang, Fenty menjerit jerit menunjuk lemarinya. Kami bingung dia marah. Ternyata akhirnya kami tau bahwa dalam lemari itu sudah terbungkus rapi kado ulang tahun buat Syaffa Ammar yang sudah dia suruh Koko persiapkan jauh jauh hari. Harusnya kado itu, diserahkan tanggal 27 Maret tapi, detik detik terakhir itu dia mau kado itu diserahkan sebelum dia pergi.
Astaghfirullah..

Ketika kakak tiba di Denai, kami menangis bersama. Kakak, tidak menerima kondisi Fenty memburuk. Kata Kakak waktu itu : “ Ya Allah dek, kakak tinggalkan sehat kenapa sekarang kayak gini dekkk??? Sehatla dekk…” kakak terus menangis.
Kami semua terbawa suasana.

Sore itu, Fenty mau berkeliling Denai naik Mobil bersama Koko dan Kakak. Aku disuruhnya pulang ke rumah. Dalam suara suara ngawurnya aku lafadzkan : “Kenapa dek? Ko takut Bang Iwan gak ada yang urus makannya? “ Dia mengangguk.  Hingga sudah mau pergi pun dia pikirkan Abang iparnya tentu makan gak jelas karena kami menginap beberapa hari di rumahnya.


Waktumu telah sampai.

Dengan berat hati aku pulang. Saat itu bertepatan ada perayaan Hari Bhayangkari. Aku, sudah terlanjur menerima pelunasan pemesanan tumpeng ibu ibu Polisi. Aku Gak punya pilihan. Setelah kupeluk sepuasnya aku bersama anak anak pulang untuk nyicil buat tumpeng yang akan dijemput pukul 6 (enam ) pagi tanggal 18 Maret 2019.
Sedang asik menyelesaikan tumpeng Adek bungsu Koko menelepon. “Kak Ika, Kemarilah kak… Kak Fenty kok gak ada lagi denyut jantungnya”

Blarrrrrrrr!!!! Seketika dunia gelap. Kutinggalkan segala tumpeng kami ber 4 langsung ke Denai.
Tiba di Denai Bou dan yang lain sudah menangis menghadapi Fenty dipangkuan mereka. Koko terduduk di pavilion samping rumah menatap dinding. Aku tergugu. Allah, entahlah.. entah kenapa aku tak diizinkan berlama lama bersama mereka.. Yang Aku sayang dan menyayangi aku tanpa syarat. Fenty ku sudah kaku. Kata Koko, nafasnya berhenti tepat saat Adzan Isya berkumandang. Dia menjalani proses sakaratul mautnya dipangkuan suaminya. Disaksikan Mertua, adik dan kakak iparnya. Dari dulu, aku selalu taka da langkah menghadapi detik terakhir mereka. Mama, Papa dan akhirnya Fenty, pergi tanpa aku disampingnya.

Entahlah, mungkin aku memang tak mampu menghadapinya.

Lemas…. Selemas lemasnya… Bang Iwan tetap memanggil dokter untuk memastikan. Setelah dokter memastikan, kami pun bersegera mempersiapkan segala sesuatunya. Pengumuman dibuat.
Aku yang lemah malam itu, tetap harus professional, selesai membereskan Fenty di Denai, Aku kembali ke rumah sendirian untuk melanjutkan membuat tumpeng mulai pukul 03.00 dini hari.  Syaffa Ammar tinggal bersama Ujing biar puas. Alhamdulillah akhirnya aku dan Yeti, kakak angkat yang mensupport mumubutikue bahu membahu menyelesaikan tumpeng tepat pukul 06.00 pagi. Untungnya Cla dan Yola, mahasiswaku yang juga menjadi tim mumubutikue, datang untuk menghandle penyerahan tumpeng yang akan dijemput Ibu Bhayangkari. Akupun kembali ke Denai. Bersama orang orang tersayangnya dan orang orang yang mendukung kami, mengantarkannya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Tepat di sebelah makam almarhum papa mertuanya sesuai permintaan keluarga yang tak ingin menghapus kenangan bersamanya...


Tak ada lagi telpon telponmu pagi pagi Cuma nanya apakah sepatumu mecing sama baju kerjamu.
Tak ada lagi canda –candamu manggil aku toke sawit.
Tak ada lagi video call mu untuk nanya mana baju yang cocok dibeli online
Tak ada lagi yang menawarkan diri megang plastic duit omset pameran pameran kita.
Tak ada lagi yang ngajak hunting baju hari raya.
Tak ada lagi kado kado indah buat Syaffa Ammar.
Tak ada lagi ayam semur yang kau masakkan untuk syaffa ammar di hari Sabtu.
Tak ada lagi makan makan teknologi bersama.
Tak ada lagi yang hgajak ke lau debuk debuk berendam subuh subuh.
Tak ada lagi yang mintak bikinin pantun kalau mau ngemsi di kantor.
Tak ada lagi yang ngajak ke mall.
Tak ada lagi yang minta dikawanin olahraga ke lapangan merdeka.
Tak ada lagi yang minta kawanin ke Rumah Sakit..
Tak ada lagi… Ah……

 
Ketika kau menggantikan aku nongkrongin pameran bersama Bou tersayang

Olahraga terakhir bersama

Akhirnya atas nama almarhumah aku mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya segenap jiwa atas semua bentuk perhatian, kasih sayang yang selama ini dilimpahkan suami dan keluarganya semasa hidupnya.
Pada Allah kami mohonkan ampunan, Mohon dimaafkan segala kesalahan yang pernah diperbuatnya semasa hidup walau dalam khilaf sekalipun.
Sebaik baiknya balasan hanya dari Allah.




Innalillahiwainnailaihi Roji’un.
Semoga Allah hapuskan semua dosamu, dek.
Semoga Allah lapangkan kuburmu.
Semoga Allah kumpulkan kau bersama orang soleh soleha
Semoga kau husnul Khotimah.
Semoga kau diizinkan Allah ke surga-Nya.



Minggu ini saya hanya membuat susunan menu buat 5 hari, sebab Sabtu ini belum kepikiran mau bikin apa hahahha.. Seperti biasa, agaknya ngabisin stok aja yang ada di kulkas. Cuss bongkar file lagi buat menu minggu depan.


Semoga bermanfaat ya...
Seperti janji saya pada postingan bekal buat juragan sebelum ini, kali ini saya ingin nge-share salah dua menu dalam daftar minggu ini.
Dalam jajaran daftar menu bekal juragan saya, ada dua cemilan simple yang sangat mudah membuatnya, yaitu stik ayam kentang dan pisang coklat.
Saya membuatnya seperti di bawah ini :

Bentuknya boleh disesuaikan sesuka hati ya..

1. Stik ayam kentang ala Mumubutikue 


Bahan
1. 500 gr kentang
2. 300 gr ayam giling
3. 1 butir kuning telur ayam (boleh lebih jika ingin)
4. 4 siung bawang putih dihaluskan
5. 4 siung bawang merah dihaluskan
6. Setengah siung bawang bombai cincang halus
7. Sebatang bawang prei ukuran sedang iris halus
8. 4 sendok makan penuh terigu segitiga biru
9. 1 sendok makan penuh tepung maizena
10. Merica secukupnya
11. Garam secukupnya
12. Keju sedikit
13. Putih telur dari resep nomer 3 untuk melumuri
14. White Bread crumbs (kami pakai merk mama suka)
15. Tusuk sate secukupnya.
16. Minyak untuk menggoreng.


Cara membuat

1. Kukus kentang sekitar 15 menit hingga lembut, boleh dicek dengan menusuknya pakai garpu untuk memastikan kentang sudah lembut), setelah dingin lumatkan.
2. Campurkan semua bahan nomer 1-12 aduk rata dengan tangan hingga tercampur rata.
                                            Semua bahan tercampur rata                             Kentang yang dilumatkan
3. Masukkan adonan ke dalam loyang yang tersedia, olesi mentega, alasi dengan kertas roti. Saya memakai loyang ukuran 10x24x7 cm.
4. Kukus adonan sekitar 20 menit kemudian dinginkan.
5. setelah dingin, potong potong sesuka hati, tusuk dengan tusuk sate, lumuri putih telur, lumuri bread crumbs.
6. Susun dalam wadah, masukkan ke dalam freezer. Goreng di minyak panas dengan api sedang ketika akan dikonsumsi.


Bahan pisang coklat

2. Pisang Coklat Ala Mumubutikue

Bahan
1. Kulit pangsit siap beli
2. Coklat compound (saya pakai merk Tulip)
3. Pisang ambon ukuran sedang.
4. Minyak /mentega untuk menggoreng.









Cara melipat
Cara Membuat
1. Potong potong coklat
2. Potong pisang ambon pertama dibagi tiga terlebih dahulu,
masing masing bagian dibelah dua
sehingga dalam satu pisang memperoleh 6 potong.
3. Lipat dalam kulit pangsit seperti amplop.
4. Rekatkan dengan putih telur ujungnya
agar tidak terbuka ketika digoreng.
5. susun dalam wadah, simpan dalam freezer
untuk stok cemilan. goreng ketika ingin dikonsumsi.



Pisang coklat siap disimpan dalam freezer

Semoga kita semua selalu diberi kesehatan ya Bunda soleha.. Insyaallah saya diberi kesempatan berbagi menu dan resep lainnya juga..Kalau Bunda pembaca, biasanya bawain snack jugakah ke sekolah buah hati? Atau hanya makanan berat saja?

Selamat menyambut Senin yah moms..



Kemarin kemarin sempat bilang sama diri sendiri gak usah posting soal bekal juragan lagi,  khawatir de juliters menganggap negatif walaupun niatnya positif. Sebahagian bilang riya, beberapa bilang sombong, beberapa gak ada pendapat hahaha... tapi banyak yang bikin pengakuan tertulis justru terinspirasi untuk akhirnya di copi paste. 
Akhirnya kemarin, menyambut Ramadhan, mau ibadah lebih khusyuk, dan berbagai alasan penuh drama lainnya, akhirnya bekal juragan off  di medsos. Tapi,  belakangan setelah liburan sekolah sedemikian lama, banyak mommy tangguh yang memiliki putra putri sebaya yang minta diposting kembali bekal juragan buat referensi. Baeklah, jika dirasa ada manfaat boleh juga berbagi soal ini. Karena kadang, kita gaya aja seakan akan dapur itu gampang ditaklukkan, tapi kalo gak pande pande, hoyong juga di dapur itu. hahahahaa...

Tips dan trik under 1 hour in the kitchen 



Sebagai ibu yang juga punya aktifitas usaha,  tentu harus punya manajemen waktu yang baik agar semua daily to do list dapat terlaksana dengan baik sesuai ekspektasi. Oleh karena ini,  aku tak berhenti ber eksplorasi agar durasi ndapur seminimal mungkin tapi insyaallah hasilnya maksimal.
Untuk meminimalisir acara masak memasak setiap hari, aku melakukan hal hal sebagai berikut  :

1. Menyusun menu bekal mingguan
stok referensi kumpulan menu tersimpan dalam sebuah buku yang diisi kapanpun ingat dan dapat ide baru, tapi untuk mingguan tetap dibuat di board ini untuk memudahkan.

Aktivitas menyusun menu mingguan bak jadwal kerja karyawan kantor ini terkesan lebay buat sebahagian orang,  namun berdasarkan pengalaman, ini merupakan jantungnya manajemen bekal dan dapur.  Jika ini disusun detail dan dipersiapkan dengan matang,  kita tak hanya bisa memangkas waktu tapi juga budget,  sekaligus mengurangi kemubadziran.
Biasanya,  aku menyusun menu mingguan di hari jumat,  kemudian belanja di hari Sabtu sekaligus mempersiapkan segala sesuatunya agar minggu tinggal leyeh leyeh menyambut hari Senin atau jenjalan. Menyusun menu ini tidak perlu berlebihan, yang penting disesuaikan budget yang ada saja.

2. Belanja secukupnya
belanja secukupnya, menggunakan wadah, belajar ngurangin penggunaan plastik

Setelah menu mingguan disusun seperlunya, selanjutnya  mencatat kebutuhan bahan makanan sesuai jadwal menu secukupnya. Sebaiknya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga agar tidak ada bahan yang terbuang.

3. Food preparation 
susunan belanjaan yang telah dibereskan ready masuk kulkas

menyimpan ikan yang sudah dibersihkan
susunan wadah di dalam kulkas


Tahap ini buat aku adalah tahap yang paling mengasikkan karena sudah membudaya. Aku melakukan food preparation  ini sejak masih SMA. Ibuku yang mengajarkannya karena buat beliau, kerapihan di dapur dan manajemen bahan makanan sangat penting dipelajari dan dibiasakan. Karena menurut beliau, menyediakan makanan buat keluarga adalah kebaikan yang hakiki halah.. hahaha...
Ini aku lakukan di hari Sabtu sepulang dari belanja habis sholat subuh. kurang lebih kegiatannya seperti ini :

- memetik cabai stok membalutnya dengan tissue dan memasukkan dalam
wadah tertutup.
- memetik sayuran beberapa harus disimpan dalam keadaan mentah tidak dicuci, dibalut kertas masuk wadah, beberapa seperti brokoli dan bunga kol biasanya aku simpang dalam keadaan sudah direbus sebentar, dicelup kedalam air es, tiriskan, simpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas.
- mencuci ikan  hingga bersih, diberi jeruk nipis atau lemon dan garam, tutup dalam wadah, simpan di freezer.
- mencuci daging, merebusnya hingga empuk, memasukkan dalam wadah tertutup, simpan dalam freezer.
- membuat sambal sesuai kebutuhan seminggu, simpan dalam wadah wadah kecil secukup sekali penggunaan, simpan dalam freezer. Jika ingin dipergunakan keesokan harinya, malam sebelumnya sudah diturunkan ke lemari pendingin biasa agak tidak beku di pagi hari.
- Jika ada menu tempe sambal atau teri tempe dan teri digoreng, ditiris, simpan dalam toples, masukkan kedalam kulkas.
- menggoreng kerupuk dalam jumlah banyak secukup kebutuhan seminggu penuh.

4. Bangun lebih cepat
Walaupun sudah dilakukan persiapan di akhir Minggu sebelumnya, emak emak tetap wajib bangun lebih cepat dari anggota keluarga lainnya. Bangun pagi membuat hari hari jadi lebih bersemangat.

Berikut contoh rangkaian menu satu minggu di rumah kami :

1. Senin
Breakfast (BF) : Mie kuning sosis (mienya buat sendiri) dan teh lemon sereh panas
Bekal : Nasi putih,  telur mata sapi, nugget dan sosis goreng dan kerupuk.
Cemilan : puding mangga fla susu, tanggo beli di supermarket.
Minuman : teh tarik dingin dan air putih satu jerigen hahaha..

Untuk menu yang banyak ini, kerupuk  sudah dibuat dalam jumlah banyak dan disimpan di wadah tertutup agar awet dan tidak melempem untuk semingguan. Puding, juga dibuat dalam jumlah banyak disimpan di dalam kulkas. Teh tarik, sudah dibuat malam sebelumnya disimpan di freezer agar tetap dingin di bawa ke sekolah.

2. Selasa
BF : Burger (menggunakan beef crispi kemasan,telur dadar, tomat dan timun iris ditambah keju), minumnya lemon tea panas.
Bekal : Nasi putih, putih telur orak arik pakai bawang bombai (memanfaatkan putih telur sisa bikin roti), brokoli daging cincang.
Cemilan : Roti selai nutella ditambah buah jeruk kupas dan air putih sebanyak banyaknya.

Untuk menu ini, timun dan tomat sudah dipotong sehari sebelumnya, masukkan dalam wadah tertutup simpan dalam kulkas. untuk brokoli daging cincang, brokoli dan daging sudah direbus saat food prep sehingga pagi tinggal di oseng sebentar.

3. Rabu
BF : Roti manis, teh manis panas untuk juragan besar dan quaker oat untuk juragan kecil.
Bekal : Nasi uduk kuning, ayam goreng, telur dadar suir, bebi cumi sambal, kerupuk.
Cemilan : puding mangga ditambah minuman orange squash dengan jelly handmade.

Untuk menu ini, roti manis biasanya dibuat sehari sebelumnya dalam jumlah banyak dan beberapa varian sekaligus untuk dikonsumsi dua tiga hari ke depan, atau jika tidak sempat boleh dibeli saja. nasi uduk kuning dimasak malam harinya. bebi cumi sudah digoreng di hari Sabtu dimasukkan kedalam wadah masukkan dalam freezer, sambal sudah dibuat di hari sabtu dalam jumlah banyak, dimasukkan ke dalam wadah wadah kecil untuk per sekali masak satu wadah, masuk dalam freezer, sehingga pagi pagi tinggal nyemplungin ke wajan.

4. Kamis
BF : Roti pizza,  (hasil bikinan hari selasa sore) dan coklat panas
Bekal : Nasi putih, udang sambal kentang, tumis kacang panjang, kerupuk mi
Cemilan : jagung susu keju dan buah naga potong

Untuk menu ini, ketika food prep di hari sabtu, kacang panjang sudah di potong sesuai selera, direbus sebentar di air mendidih, kemudian dimasukkan ke dalam air es, ditiriskan, agar kacang awet dan tetap hijau saat dimasak. Selain itu, saat menumis, tak perlu memakan waktu lama.





5. Jum'at
BF : cumi goreng tepung, kentang goreng kemasan dan teh manis.
Bekal : nasi jagung, rendang daging kentang, mumu teri, timun iris
Cemilan : puding mangga stok dan matcha jelly dingin (dibuat sehari sebelumnya dan dibekukan)
stok mumu teri yang wajib ada di rumah. karena gak hanya dibutuhkan saat urgent di rumah, bahkan saat bepergian.














Untuk menu rendang, sudah dimasak di hari sabtu saat food prep, dimasukkan dalam wadah dan disimpan di freezer. Stok mumu teri tetap ada di rumah sebab diperlukan saat urgent.  Mumu teri tahan disimpan dalam wadah plastik selama kurang lebih dua bulan.

6. Sabtu
BF : bubur kacang hijau dan teh hijau panas
Bekal : Nasi gurih, telur sambal, mumu teri, urap sayur
Cemilan : apel potong dan anggur, cappucino jelly

Untuk menu urap, kelapa untuk urap sudah dibuat hari Sabtu saat food prep, pagi tinggal membuat rebusan sayur. Sayuran sudah dipetik disimpan dalam wadah tertutup dialasi tisu tanpa dicuci seminggu sebelumnya. Biasanya hanya menggunakan dua jenis sayuran saja misalnya daun ubi dan tauge.

Hari Minggu kami tidak selalu bikin menu, karena hari leyeh leyeh, kondangan dan saatnya mempersiapkan menu minggu depannya kembali. Oleh karena itu, hari Minggu biasanya kami hanya menghabiskan sisa stok makanan yang ada di lemari pendingin saja.
Biasanya hari Minggu kami senang bikin menu jajanan seperti ini sendiri di rumah.
tugas Syaffa, termasuk meng-update stok bahan makanan yang sudah terpakai dan yang menunggu dipakai setiap hari.

Menu  bekal di atas biasanya dibuat untuk cukup hingga makan malam. Jadi, praktis emak di dapur cukup pagi saja. Kebanyakan di dapur nanti gumoh hahahaa..
Di kesempatan terpisah nanti insyaallah kita sharing menu menu lain yaa...
Insyaallah  akan di buat juga postingan khusus resep masakan sederhana ini. Jika bunda bunda luar biasa ada yang ingin sharing menu menu andalannya dirumah, dengan senang hati diterima untuk inspirasi kita bersama. silahkan komen di kolom komentar ya...
Terima kasih sudah bergabung dalam postingan ini...





Akhirnya memutuskan menonton, yeayyyy!!!
Sebetulnya saat anak anak heboh minta nonton film ini aku pribadi  rada males, kenapa? Karena tak ada budaya menonton film dan televisi di rumahku bersama orang tua sejak kecil hingga besar. Jadi aku tak paham bagaimana menikmati tontonan. Buatku, duduk berjam jam melihat layar itu agak nyeleneh. Maklumlah, waktu kecil aku dibiasakan gak jadi penonton, tapi pekerja. Hahaha… Tapi demi mencoba memahami dan agar anak anak merasa kami memahami dirinya,   akhirnya diagendakanlah pergi ke bioskop untuk nonton film ini dengan catatan jadwal nontonnya harus setelah semua ibadah selesai dilaksanakan . Jadilah kami memilih jam tayang 21.10 wib saat seluruh kewajiban telah tertunaikan. Ibarat kata tinggal menunggu waktunya sahur saja.

Alih alih memilih, kok ya rasanya westing time aja jika harus nonton di bioskop yang jauh dari rumah. Ketika dicek, beberapa bioskop yang menayangkan film ini adalah bioskop mall besar di daerah ringroad. Akhirnya aku memilih Suzuya Marelan karena letaknya tak terlalu jauh walau tadinya sempat under estimate karena gak pernah ke mall ini.  Tapi ternyata setelah tiba disini gak mengecewakanlah.
Walau awalnya bingung bagaimana caranya menikmati  kartun yang  tokohnya digandrungi anak anak di berbagai belahan dunia ini, namun ternyata banyak hal dalam cerita ini yang bisa dijadikan media utk mengedukasi Syaffa Ammar soal nilai nilai diantaranya sopan santun dan adab.

Sepintas cerita
Cerita ini bermula dari keris warisan turun temurun atok dalang yang ditemukan Upin Ipin dalam kotak di gudang Tok Dalang. Konon keris tersebut adalah keris sakti yang berpengaruh terhadap kelangsungan sebuah Negara bernama Inderaloka. Beberapa teman si duo kembar ini mencoba mengambil keris tersebut dari dalam peti karena penasaran, namun gagal. Ketika Upin Ipin mencoba mengangkatnya keris itupun bisa diambil. Nah disitulah cerita ini dimulai. Upin Ipin dan kawan kawannya terbawa dalam suasana dan lokasi yang berbeda jauh dari tpt mereka. Disana, petualangan mereka dimulai dengan bertemu para perompak dan yang lainnya.  Tegang, itu rasa yang mampir di dadaku saat itu, karena film ini benar benar menguras emosi. Agak lumayan banyak adegan perang dan berkelahi ala film upin ipin. Dan agak banyak makhluk makhluk asing berseliweran di film ini. Sebut saja Raja Bersiong dan Re Ri Ang pembantunya.  Kalau saja Syaffa Ammar masih balita, mungkin aku agak repot memberikan pemahaman soal makhluk makhluk ajaib ini. Film ini menggabungkan antara mausia manusia nyata, makhluk ajaib dan cerita cerita rakyat yang sangat terkenal seperti bawang merah bawang putih dan Tanggang anak durhaka. Cara meramunya cukup masuk di akal. Ada saat  di mana Upin dan Ipin terpisah dan kemudian bertemu kembali. Saat itu,  Syaffa dan Ammar menangis menyaksikan nya.  Begitu pula saat adegan bawang merah bersedih karena terpisah dengan bawang putih akibat kesilapan di masa silam, di bagian ini justru aku pula yang menangis. Teringat hubungan kakak adik yang bagai air dicincang tak putus.


Positifnya film ini, cukup banyak ibroh yang bisa diambil dari keseluruhan ceritanya. Film menggambarkan bagaimana mereka berjuang dengan penuh keberanian untuk membela tanah airnya.  Kekompakan mereka sangat kental. Dari sisi cerita,  aku mengacungkan jempol pada pembuat cerita film ini karena sudah dengan begitu kreatifnya menyatukan  bagian demi bagian cerita sejarah yang dibungkus sedemikian rupa menjadi cerita utuh. Selain itu aku juga sangat memuji bagaimana mereka mengangkat cerita sederhana yang berasal dari budaya lokal namun bisa bersaing dengan film lain yang dikemas modern bahkan bisa booming di Negara lain. Disaat  orang sangat bangga budaya asing mereka justru muncul ke permukaan membawa budaya nenek moyang.  Tetap dengan bahasa ibu.

Pesan Moral yang dapat kami sampaikan pada Syaffa Ammar terkait kegiatan kami menonton film ini adalah :

1.   Betapa dalam kesulitan sekalipun, anak kembar plontos ini tetap berusaha menyelamatkan saudara kembarnya.
2.     Cinta tanah air dan menghormati budaya leluhur.
3.     Kreatifitas membangun ide bisa dibangun dari hal hal sederhana.
4.     Kekompakan dan kebenaran akan selalu menang.
5.     Kesombongan akan mengalami kehancuran.
6.     Pentingnya menghormati orang yang lebih tua.
7.     Survive itu tidak mudah tapi harus diusahakan.
8.     Perlu upaya dan keberanian untuk menggapai tujuan.
9.     Orang tua akan berjuang untuk kebahagiaan anak anaknya.

Akibat iklan di bioskop kemarin, sepertinya kami juga akan mengagendakan film lain untuk di tonton di bulan depan karena filmnya seputar dunia anak dan memasak.  Kalian sudah nonton juga kah?



serius




Daftar istilah :

1. Perompak : bajak laut
2. Ibroh : mengambil pembelajaran yang menggugah kesadaran diri sendiri dari sebuah peristiwa yang terjadi pada orang lain.
















Medan, hari ke 9 Ramadhan 1440 H

sumber : google


Temans, pernah dengar istilah paper quilling gak sih? Pasti pernah ya.. karena kesenian ini cukup beken kok.  
Paper quilling adalah seni menggulung kertas kemudian merangkai dan menempelkannya menjadi sebuah gambar. Kesenian ini sudah dikenal di benua Eropa sejak abad ke 17 dengan nama roll work atau paper filigree (Google). Pada abad itu, Perancis dan Italia menggunakan kesenian itu untuk menghias ornamen keagamaan yang dilakukan para biarawan. Kesenian ini juga terkenal di Inggris di zaman Raja George III. Putrinya amat menyukai kreasi seni jenis ini dan pernah menghasilkan karya roll work yang spektakuler berupa kotak perhiasan dan memberikannya sebagai hadiah sehingga terkenal kemana-mana.
Pertengahan abad ke 20 seni paper quilling mulai merambah ke benua Amerika dan benua lainnya hingga tercipta berbagai kreasi yang tidak hanya sebatas ornamen keagamaan tapi juga menghiasi perabotan, nampan hingga pigura. Saat ini, paper quilling dikembangkan ke dalam berbagai bentuk, seperti bunga bungaan, hewan, tokoh tokoh kartun dan huruf huruf inisial nama seseorang sesuai kemampuan pembuatnya.
Di Medan sendiri, jarang ditemukan kelas belajar untuk kegiatan semacam ini. Tapi kami beruntung, sebagai anggota komunitas blogger sumut (blogsum), kemarin diberi kesempatan mengikuti kegiatan “Belajar Paper Quilling bersama Bang Oem Dila (nama panggungnya Bang Umar)” yang didukung oleh Kita Kita Medan (KKM) dalam rangkaian kegiatan Fun & Happy Learning by Grolier so pasti kami mendapatkan ilmu ini bersama anak anak secara hrates.. Alhamdulillah…
Acara tersebut sudah berlangsung sejak pagi, namun aktivitas paper quilling baru dimulai pukul 13. 00 WIB di lantai dasar Sun Plaza Medan. Lebih dari 20 anak anak member komunitas blogsum datang untuk mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini dibuka oleh MC Acara dengan memperkenalkan Bang Umar pada para peserta. Bang Umar yang memang ramah langsung bisa memikat hati anak anak yang dengan semangat mulai menggulung sesuai instruksi sambil dipandu oleh Bu Eci salah satu founder blogsum (tepatnya nyambi memegang mic karena minus wireless mic). Hahahah..
MC memperkenalkan Bang Umar

Peserta dibagi menjadi 5 kelompok dengan anggota masing masing 5 orang anak untuk memudahkan koordinasi penyampaian materi. Dan akhirnya anggota setiap tim berkembang menjadi belasan karena semua emaks excited melebihi anaknya. Hahahha… saking nafsunya, akhirnya emak emak yang tadinya nemplok sambil ngobrol di dinding jadi  ikutan menggulung.. Naik darah militer untuk ikut ngelmu.

Setelah kelompok terbentuk, kakak kakak dari KKM mendampingi tiap kelompok. 

Bahan dan alat kerja  mulai dibagikan. Adapun bahan untuk untuk membuat paper quilling  adalah sbb :
1.   Jarum Quilling (Quilling Pen) adalah jarum yang ujungnya terbuka untuk memilin kertas. Disini Bang Umar sangat kreatif membuat sendiri alat ini dengan menggunakan jarum rajut yang dipotong kemudian ditanamkan pada rotan bulat  sebagai holder
Quilling Pen

2.     Kertas Quilling (Quilling Paper)
Sebenarnyaa kertas untuk kreasi ini ada dijual bebas di toko bahan quilling, namun pada kesempatan ini bang Umar mempergunakan kertas recycle yang sudah dipotong potong kecil memanjang dengan lebar kurang lebih 3 mm. Dikombinasi dengan kertas berwarna yang juga dipotong dengan ukuran sama persis.

Memanfaatkan kertas bekas

3.    
Lem kertas untuk menempel dan tusuk gigi untuk mengaplikasikan lem ke kertas agar tangan  tidak kotor


4.       Alas untuk menempel quilling (quilling board)

Setelah semua peserta mendapatkan alat dan bahan masing masing, bang Umar mulai mengajarkan bentuk bentuk quilling yang terdiri dari dua bentuk :
1.    Tehnik gulungan padat
Pada tehnik ini, peserta memegang jarum dengan tangan kanan dan tangan kiri dipergunakan untuk memegang kertas. Yang bertugas menggulung adalah tangan kanan yang memegang jarum quilling. Kertas harus ditarik dengan ketat.
2.     Tehnik gulungan longgar
pada tehnik ini, bedanya adalah kekuatan menarik kertas ketika menggulung, jangan terlalu ketat agar masih bisa dibuat bentuk yang lebih variatif.
 
tehnik menggulung ketat
Pada akhirnya nanti, peserta diminta membuat gulungan mulai ukuran kecil hingga besar dengan beberapa kali sambungan kertas dalam jumlah yang banyak dengan kertas warna warni.
Setelah bentuk bentuk ini selesai dibuat, peserta tinggal menyatukan bulatan tersebut sesuai bentuk yang diinginkan. Sebagai pemula peserta kebanyakan membuat bentuk bunga. Beberapa peserta malah membuat kreasi sesuai tingkat imajinasi masing masing. Hahha ada yang malah membuat gambar hantu hahaha…
Punya Arkan, salah satu peserta bijak hehe

Setelah seluruh peserta selesai membuat kreasinya, KKM menunjuk tiga peserta paling kreatif dan mendapatkan throphy. Berikut kreasi syaffa ammar yang sudah aku beri pigura dan diletakkan di ruang tamu sebagai pajangan. Bukan yang terbaik, tapi aku bangga akan upaya mereka. 

Ammar lagi serius
Syaffa mulai kehilangan mood

Alhamdulillah semoga besok masih diberikan Allah kesempatan memperoleh ilmu lain.

kiri-kanan : punya Ammar dan punya Syaffa
Selain ilmu gratisan, kegiatan ini pada akhirnya juga menjadi sarana bonding time ibu dengan anak.

Sangat memungkinkan untuk dilirik sebagai peluang usaha baru bagi para milenial yang menyukai seni kreatif. Dibutuhkan ketelitian, ketekunan dan passion untuk berinovasi dalam menciptakan kreasi yang diminati oleh masyarakat namun bisnis yang tingkat kesulitannnya tinggi seperti ini biasanya bernilai jual tinggi juga. Selain nilai jual, bisnis ini juga dapat menjadi salah satu cara mengurangi sampah kertas jika dikerjakan dengan serius. Sebab, tak harus menggunakan kertas baru, bisa juga dibuat dari kertas bekas. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif kedepannya bagi para peserta, Amin..








Daftar kata :
Bonding time artinya : hubungan personal yang mendalam diantara dua orang, misalnya antara suami dengan istri atau orang tua dengan anaknya.











 Medan, Hari ke 4 Ramadhan 1440 H




sumber : google
Semester ini saya mengampu mata kuliah kewirausahaan di dua kampus berbeda, yang satu adalah  lembaga vokasi yang cukup beken di Indonesia ini, yang satunya adalah universitas negeri yang juga besar. Total mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini ada 224 orang. Untuk mata kuliah kewirausahaan, saya selalu menetapkan project yang berbeda beda di setiap semesternya. Menurut saya, kewirausahaan adalah soal “mengalami” gak cukup hanya baca teori duduk di meja. Jadilah saya membangun variasi project untuk mahasiswa setiap tahunnya. Suka atau tidak suka mahasiswa harus ikut program saya.. pan eikeh punya hak prerogative disini. Hehehe..
Untuk semester ini saya menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan farmasi yang cukup besar dan punya nama di negeri ini.  Perusahaan ini punya aneka produk yang sangat baik, dan daya jualnya cukup tinggi. Saya sendiri adalah salah satu konsumennya. Setidaknya beberapa produk seperti susu, obat batuk, vitamin E dan suplemen yang cukup dikenal di kalangan emak emak juga dikonsumsi anak saya. Mereka menyukainya.
Sebelum project ini ditetapkan, saya melakukan trial penjualan pada beberapa mahasiswa yang berdasarkan penilaian saya tidak memiliki kemampuan menjual produk yang cukup baik. Secara karakter mereka pendiam, pemalu dan relatif tak banyak bicara. Saya pikir, tidak fair jika saya melakukan percobaan penjualan produk pada mahasiswa yang memiliki good communication skill. Saya ingin mengetahui sejauh mana produk ini bisa dijual. Bahkan pada pelaku penjualan pemula tanpa kolega sekalipun harusnya produk ini bisa dijual. Alhamdulillah, ternyata mahasiswa pemalu yang mengaku tak punya link ini mampu menjual melebihi target yang ditetapkan dengan mudah.

“Cuma saya pajang di dp kok bu. Ternyata banyak yang nanya dan laku. Jadinya saya makin semangat.” katanya dengan jujur.

Akhirnya dari hasil percobaan ini, jadilah program ini dijalankan untuk mahasiswa di semester ini. Mereka harus menjual sejumlah produk tertentu sesuai kesepakatan dan setiap minggu akan diupdate berapa penjualannya. Saya sangat bersyukur atas respon yang positif. Tugas saya sesungguhnya memotivasi mereka untuk berbuat dan menjajal pengalaman mereka sendiri dalam dunia usaha sehingga mereka siap terjun menjadi enterpreuneur.

Di dunia usaha proses menjual adalah aktivitas yang sangat penting. Karena omset bergantung pada kemampuan penjual untuk menciptakan closing.  Dan jika ingin menciptakan banyak closing, tentu harus punya banyak target prospek yang kemudian rajin di follow up.
Ketika saya masih menjadi tenaga sales di bank tempat saya bekerja sekitar 12 tahun lalu, saya banyak memperoleh pembelajaran  soal tehnik tehnik menjual selama 5 (lima) tahun berada di posisi ini. Secara berkala, karyawan di lini marketing diberikan trainingtraining keren yang sangat berpengaruh pada skill kami dalam menjual produk. Betapa saya bersyukur atas pengalaman mahal ini. Sambil menularkan pengalaman ini pada mahasiswa, saya berharap mereka juga mendapatkan pengalaman lain hasil usahanya sendiri, melalui project yang saya terapkan dalam 6 (bulan) proses perkuliahan. Sampai Bulan Juni, program kewirausahaan ini sedang berjalan dan beberapa mahasiswa mengaku mulai menikmati aktivitas “menjual” produk. Pengetahuan mereka akan produk cukup diuji. Di akhir program ini nantinya akan diambil 3 top seller angka penjualan tertinggi untuk masing masing kampus yang akan menerima reward sejumlah uang tunai yang totalnya Rp. 1.500.000,- ditambah sertifikat program yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat kami bekerjasama. Semoga angka ini bisa menambah semangat mereka terus belajar.

Berdasarkan pengalaman lima tahun menjadi personal banker, ketersediaan database sangat berpengaruh pada proses penjualan. Dulu kami menganut paham 30;16;4;1. Dalam 30 list nama, akan menghasilkan 16 call untuk bisa di lakukan prospek, dari jumlah call tersebut mendapatkan 4 warm customer untuk target visit dan minimal 1 akan closing. Rumus kerja ini sudah bertahun tahun dijalankan dan saya tidak pernah underperform selama bertugas. Alhamdulillah. Artinya, proses penjualan tetap harus dijalankan ditambah database yang memadai. Usaha insyaallah tak mengkhianati hasil.

Perkara database ini akhirnya saya terapkan juga pada mumubutikue. Alhamdulillah juga berefek sangat baik dalam  proses penjualan. Tidakpun melakukan penetrasi marketing secara jor-joran, setidaknya kita bisa menjalin hubungan yang baik terhadap customer jika pengelolaan database ini dilakukan dengan baik. Memiliki database yang banyak artinya juga harus rajin bersilaturahim. Kita tidak bisa memprediksi aneka peluang yang datang hingga kita menjemputnya melalui usaha dan doa.
Selain dari perusahaan tempat saya bekerja dulu, almarhum ayah saya adalah mentor pertama yang mengajarkan bagaimana mengelola database. 

Di rumah kami, ada satu buku besar yang ditulis sendiri oleh almarhum ayah, berisi nama nama mitra, kerabat dan sahabat-sahabatnya. Bahkan tehnisi dan vendor yang pernah bekerjasama di luar rumah pun dimasukkan dalam database. Siapapun orang yang sudah sempat kami kenal akan masuk dalam kumpulan data ini. Lengkap dituliskan berdasarkan abjad, tertera juga tanggal lahir pemilik nama tersebut. Sengaja di tulis tangan katanya agar anak cucunya tau bahwa beliau mampu menulis dengan indah. Hahaha… Buku kumpulan data orang  ini juga yang  pada akhirnya sangat membantu ketika saya masih bekerja  sebagai tenaga marketing. Kalau kekurangan database untuk  diprospek, saya cukup memilih beberapa nama dibuku ajaib tersebut kemudian mulai mengkomunikasikan apa  yang hendak saya sampaikan. Alhamdulilllah it works!

manual database
Tapi, satu pesan saya. negara Indonesia kita ini, khususnya Medan Sumatera Utara masih sangat kental budayanya. Ada nilai nilai tak terucap yang harus kita jaga dalam perkara jual menjual ini. Sebanyak apapun database yang kalian punya, tetap harus “main cantik”. Jangan sampai, orang melihat kita balik arah dan pulang hanya gara gara kita menawarkan produk tak mengenal waktu. Kemampuan membaca situasi dan body language orang lain juga perlu diasah. Kapan kiranya  saat yang baik untuk bekerja, kapan waktu menahan diri

Feeling ini bisa diperoleh learning by doing. Semakin tinggi jam terbang akan semakin lihai mempraktekannya. Sebaiknya, database dipergunakan sebagai alat silaturahim terlebih dahulu sebelum mengembangkannya menjadi penghasil pundi pundi uang. Agar tidak terkesan menjadi penjual yang  kaperlek (kapan perlu dipakek) hahaha… jualan atau gak jualan, tak ada salahnya tetap memperkuat silaturahim.

Selamat berpandai-pandai menyikapi database ya…..












 Medan, hari ke 5 Ramadhan 1440 H