akhirnya..


Tentang nama mumubutikue
Entah bagaimana image yang terbangun terhadap usaha ini, ternyata dia sudah mulai beranjak remaja. Usaha ini sudah dirintis sejak tahun 2010, awalnya bernama House of the siska’s. Saat itu plannya, aku punya gerai di rumah yang menjual semua hasil karya senin bikinanku. Jahitan, craft, dan lain lain. Sahabat di dunia kesenian akhirnya memberikan logo untuk menyemangati nafsu ingin jualan ku ini. Seiring berjalannya waktu, selain anak anak yang semakin membutuhkan perhatian, adekku semakin membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan lupus,(cerita lengkap tentang bagaimana cerita kami dan lupus  lengkapnya di https://www.siskahasibuan.com/2019/01/10-tahun-bersama-lupus-part-2.html, pekerjaan semakin menyita waktu, aku tak punya lagi kesempatan berkarya. Tubuh ini terlalu lelah bekerja siang malam hingga  produksi jadi mandek. Saat libur, selesai urusan anak anak aku harus mendampingi adekku di Rumah sakit. Akhirnya aku membutuhkan uang lebih banyak dan cepat sampailah pada keputusan harus berubah haluan dari urusan craft, menjadi urusan kuliner. Tahun 2015, aku resmi ganti nama menjadi mumubutikue.
Banyak yang nanya, kenapa mumubutikue? Apa pertimbangannya? Karena menurut sebahagian orang namanya gak familiar dan susah disebut. Beberapa pakar malah mengusulkan untuk diganti dengan yang lebih gampang diingat orang. Hahhahaha..

Dulu awalnya  bernama mumu kitchen.  Mumu diambil dari nama depan anak kembarku Musyaffa dan Muammar. Ketika dibikin mumu kitchen, banyak yang DM manggil nya cici atau A’I (panggilan buat orang Chinese) Aku pikir imagenya mungkin saat itu usaha ini mungkin milik warga negara keturunan hehe. Akhirnya aku sampai pada istilah butikue. Cita citanya kedepan inginnya ini menjadi Gallery besar yang berisi butik dan kue kue yang semuanya hasil karya owner dan anak didik yang belajar disini. Jadi usaha ini dibangun atas nama kepedulian. Kepedulian pada keluarga, pada budaya, kepedulian pada perempuan, kepedulian pada masyarakat kecil dan kepedulian pada dunia pendidikan. Sebab usaha ini menjadi tools berbagi buatku. Tempatku memaksimalkan pengabdian masyarakat sebagai dosen, Tempat berbagi solusi bagi perempuan perempuan kurang beruntung dan lain lain. Sebagai antropreneur yanag mengusung nafas edupreneur juga mengantarkan aku mengenal perempuan perempuan inspiratif yang luar biasa dalam memperbaiki frekwensi dan mendukung jalan hijrahku.

The soulmate


Produk Mumubutikue
Dalam proses perjalanannya menjajal dunia kuliner, mumubutikue sudah berkali kali berganti produk unggulan. Di awal perjuangannya, mumubutikue mencoba mengembangkan makanan tradisional khas Medan diantaranya kue rasidah, kue dadar, kue tepur banda, roti jala dan lain lain. Produk ini mengantarkan kue rasidah dikonsumsi oleh Presiden Joko Widodo pada pembukaan MTQ Nasional tahun 2018 di Medan. Produk kue khas Medan ini juga mengantarkan mumubutikue memenuhi permintaan salah satu perusahaan untuk menyediakan 75 paket kue tampah di Hotel JW. Marriot Medan. Kudapan berbasis kearifan lokal ini juga membawa mumubutikue “dipinang” oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh untuk mengedukasi puluhan anak anak sekolah di Sumatera Utara dan Aceh untuk mempelajari Jejak Tradisional Daerah bidang kuliner tahun 2019. Dan banyak lagi pengalaman bermanfaat lainnya yang tak dapat disebutkan satu persatu. Semua pengalaman sama indahnya. Intinya kami berupaya menjawab peluang yang ditawarkan pasar buat kami. Dan kami berupaya menanggapinya dengan sangat serius. Ketika pada akhirnya kami diberikan kesempatan mengembangkan makanan berbahan dasar kopi dalam kami berupaya observasi semaksimalnya hingga tercipta kopiroll, bolu kopi yang sudah pernah diorder hingga ke luar kota. Tak sedikit pelanggan yang repeat order. Instagram dan facebook sangat memberikan kontribusi memperkenalkan produk kue kopi kami. Dari makanan turunan kopi kami pernah hingga mendapatkan pengalaman pameran di Festival kopi Internasional baik di dalam negeri hingga ke luar negeri. Setidaknya kami pernah menerima undangan dari Konjen Serawak untuk memperkenalkan biscuit kopi nenas hasil kreasi kami disana. Apapun yang dikatakan sebahagian orang, selama periode dua minggu pameran, produk kami sold out dalam tiga hari. Selanjutnya aku bisa jalan jalan eksplorasi Kuching. Lagi-lagi Alhamdulillah. Seiring dengan perkembangan usaha ini kami mulai dilirik emak emak peduli keluarga yang mungkin memiliki anak yang kurang lebih sama dengan ku penyuka roti. Kami mulai berfikir ingin menawarkan produk roti unik untuk pengalaman makan yang membahagiakan buat anak dan keluarga. Lahirlah roti pelangi dengan segala dinamikanya. Selain roti pelangi, kami juga menyediakan rerotian lain yang diminati banyak keluarga. Sesekali, acara acara besar di kota ini memesan aneka tumpeng pada kami. Selain tumpeng nasi kuning dan pulut kuning, andalan kami adalah tumpeng getuk dan makanan tradisional lain. Untuk menunjukkan keseriusan kami, aku telah mengurus segala bentuk izin usaha,  sertifikasi halal MUI dan kini sedang proses pengurusan PIRT. Semuanya dilakukan agar tidak ada keragu-raguan di hati pelanggan untuk mengkonsumsi produk kami.

Sistem Penjualan Mumubutikue
Bertahun –tahun kami sangat nyaman dengan sistem Pre order dan titip jual di pusat oleh oleh dan beberapa kafe dan toko milik kawan dalam berjualan. Walaupun tak pernah sepi orderan, kami belum berkeinginan mengubah pola berjualan hingga Juni tahun 2020. Kenapa? Karena aku masih memiliki anak yang di usia pra akil baligh. Buatku, Suami dan anak anak adalah prioritas utama yang kelak harus aku pertanggungjawabkan di akhirat. Sebagai tulang rusuk yang tidak memilih menjadi tulang punggung, aku memutuskan untuk maksimal dulu di rumah buat suami dan anak anak baru sisanya untuk usaha. Tak ada yang lebih membahagiakan buatku selain pandangan penuh cinta suami dan anak anak yang bangga aku mengurusi dan memberi perhatian penuh pada mereka. Itu melebihi menerima omsen ratusan juta rupiah dimataku.   Rencana untuk akhirnya benar benar membuka outlet kecil kecilan di rumah memang dirancang sudah sangat lama. Dan momentumnya akan aku ambil saat anak anak memasuki usia SMP. Ini sebagai salah satu bentuk pendidikan untuk anak –anakku dalam persiapannya menjelang akil baligh. Aku ingin mengajarkan bagaimana mereka memilih passion yang bisa menghasilkan maisyah  agar mereka menjadi laki laki dewasa yang mandiri kelak. Aku yakin semuanya berawal dari rumah.

Ketika aku mengumumkan grand opening  banyak yang menyangka aku membuka toko kue diluar rumah. Cita cita menjalankan semuanya dari rumah didukung oleh fenomena pandemic yang heboh saat ini. Entah kenapa aku jadi sangat bersyukur semua cita cita ini bisa terwujud justru di saat sulit. Selama pandemic aku jadi memiliki banyak waktu memperkuat kinerja tim internal disela sela ngobrol bersama anak –anak. Di saat bisnis lain banyak yang bangkrut, walau dianggap tak memiliki format yang jelas, aku justru menambah karyawan. Allah benar benar maha besar.
Akhirnya setelah sekian lama, setelah anak anak dirasa harus mendapatkan pengalaman yang lebih meningkat levelnya satu step dari sebelumnya, atas izin suami aku memutuskan membuka outlet di rumah. Kini kami bersama sama dibantu tim menikmati proses berjalannya usaha ini. Kini mumubutikue tak lagi dengan sistem PO. Tersedia roti pelangi dan kopi ditambah produk pendamping lain setiap hari.
 


Grand Opening 1 Juli 2020, dihadiri para sahabat rasa saudara.
Tanggal 1 Juli sengaja dipilih untuk menjadi momentum pembukaan gerai offline mumubutikue. Gak ada alasan apapun selain agar mudah diingat saja karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Medan. Sebagai bentuk syukur, di hari pertama opening kami membuat promo diskon 10 % untuk setiap yang belanja. Alhamdulillah, selain para undangan, ternyata masyarakat tetangga gerai juga memberikan apresiasi dengan berbelanja. Schedule yang awalnya outlet akan tutup pada pukul 17.00 sore, akhirnya molor menjadi pukul 20.00 malam. Beberapa sahabat komunitas yang membaca informasi ternyata ikut memberikan support dengan hadir di mumubutikue. Sambil ngobrol menikmati tumpeng getuk dan gulai ayam suguhan mumubutikue, para suhu dari komunitas pengusaha hebat TDA memberikan masukan –masukan perbaikan. Alhamdulillah. Turut hadir beberapa guru dan sahabat pendidik dari kampus tempat bertugas di LP3I. Teman rasa saudara juga banyak yang mampir selain belanja juga sekedar menikmati kesturi dan roti pelangi. Lagi –lagi saya tak putus bersyukur pada yang Maha Kuasa. Acara sederhana yang diniatkan untuk silaturahim berfaedah setelah berbulan bulan tak bersua bersama sahabat berjalan lancar.


Rencana Ke Depan
Mumubutikue sejatinya tak sekedar gerai kue saja. Ada nafas edupreneur yang sangat kuat di dalamnya. Dalam perjalanannya, fokus utama bukan sekedar angka penjualan dan pendapatan, tapi juga aktivitas bermanfaat yang dilakukan sesuai passion. Demi tauladan yang benar dalam rangka memaksimalkan fungsi ibu sebagai madrasatul ula bagi ananda. Kami berusaha memperbaiki dan terus mengevaluasi setiap jejak kehidupan kami di dunia untuk mendapatkan ridho Allah kelak. Termasuk soal keHalalan dan kebersihan yang merupakan budaya yang sangat serius kami bangun. Tidak hanya untuk produk tapi juga tempat produksi dan diri kami sendiri. Semoga Allah meridhoi usaha ini, tak lelah kami mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas support kawan kawan semua.

Nanti boleh diceritakan ya, kalau kalian, suka produk mumubutikue yang mana saja?
Ikuti terus media sosial @mumubutikue yah.. Nantikan program program atau kegiatan yang mungkin bermanfaat untuk kalian dan keluarga.



To be continued…..