Akhirnya memutuskan menonton, yeayyyy!!!
Sebetulnya saat anak anak heboh minta nonton film ini aku pribadi  rada males, kenapa? Karena tak ada budaya menonton film dan televisi di rumahku bersama orang tua sejak kecil hingga besar. Jadi aku tak paham bagaimana menikmati tontonan. Buatku, duduk berjam jam melihat layar itu agak nyeleneh. Maklumlah, waktu kecil aku dibiasakan gak jadi penonton, tapi pekerja. Hahaha… Tapi demi mencoba memahami dan agar anak anak merasa kami memahami dirinya,   akhirnya diagendakanlah pergi ke bioskop untuk nonton film ini dengan catatan jadwal nontonnya harus setelah semua ibadah selesai dilaksanakan . Jadilah kami memilih jam tayang 21.10 wib saat seluruh kewajiban telah tertunaikan. Ibarat kata tinggal menunggu waktunya sahur saja.

Alih alih memilih, kok ya rasanya westing time aja jika harus nonton di bioskop yang jauh dari rumah. Ketika dicek, beberapa bioskop yang menayangkan film ini adalah bioskop mall besar di daerah ringroad. Akhirnya aku memilih Suzuya Marelan karena letaknya tak terlalu jauh walau tadinya sempat under estimate karena gak pernah ke mall ini.  Tapi ternyata setelah tiba disini gak mengecewakanlah.
Walau awalnya bingung bagaimana caranya menikmati  kartun yang  tokohnya digandrungi anak anak di berbagai belahan dunia ini, namun ternyata banyak hal dalam cerita ini yang bisa dijadikan media utk mengedukasi Syaffa Ammar soal nilai nilai diantaranya sopan santun dan adab.

Sepintas cerita
Cerita ini bermula dari keris warisan turun temurun atok dalang yang ditemukan Upin Ipin dalam kotak di gudang Tok Dalang. Konon keris tersebut adalah keris sakti yang berpengaruh terhadap kelangsungan sebuah Negara bernama Inderaloka. Beberapa teman si duo kembar ini mencoba mengambil keris tersebut dari dalam peti karena penasaran, namun gagal. Ketika Upin Ipin mencoba mengangkatnya keris itupun bisa diambil. Nah disitulah cerita ini dimulai. Upin Ipin dan kawan kawannya terbawa dalam suasana dan lokasi yang berbeda jauh dari tpt mereka. Disana, petualangan mereka dimulai dengan bertemu para perompak dan yang lainnya.  Tegang, itu rasa yang mampir di dadaku saat itu, karena film ini benar benar menguras emosi. Agak lumayan banyak adegan perang dan berkelahi ala film upin ipin. Dan agak banyak makhluk makhluk asing berseliweran di film ini. Sebut saja Raja Bersiong dan Re Ri Ang pembantunya.  Kalau saja Syaffa Ammar masih balita, mungkin aku agak repot memberikan pemahaman soal makhluk makhluk ajaib ini. Film ini menggabungkan antara mausia manusia nyata, makhluk ajaib dan cerita cerita rakyat yang sangat terkenal seperti bawang merah bawang putih dan Tanggang anak durhaka. Cara meramunya cukup masuk di akal. Ada saat  di mana Upin dan Ipin terpisah dan kemudian bertemu kembali. Saat itu,  Syaffa dan Ammar menangis menyaksikan nya.  Begitu pula saat adegan bawang merah bersedih karena terpisah dengan bawang putih akibat kesilapan di masa silam, di bagian ini justru aku pula yang menangis. Teringat hubungan kakak adik yang bagai air dicincang tak putus.


Positifnya film ini, cukup banyak ibroh yang bisa diambil dari keseluruhan ceritanya. Film menggambarkan bagaimana mereka berjuang dengan penuh keberanian untuk membela tanah airnya.  Kekompakan mereka sangat kental. Dari sisi cerita,  aku mengacungkan jempol pada pembuat cerita film ini karena sudah dengan begitu kreatifnya menyatukan  bagian demi bagian cerita sejarah yang dibungkus sedemikian rupa menjadi cerita utuh. Selain itu aku juga sangat memuji bagaimana mereka mengangkat cerita sederhana yang berasal dari budaya lokal namun bisa bersaing dengan film lain yang dikemas modern bahkan bisa booming di Negara lain. Disaat  orang sangat bangga budaya asing mereka justru muncul ke permukaan membawa budaya nenek moyang.  Tetap dengan bahasa ibu.

Pesan Moral yang dapat kami sampaikan pada Syaffa Ammar terkait kegiatan kami menonton film ini adalah :

1.   Betapa dalam kesulitan sekalipun, anak kembar plontos ini tetap berusaha menyelamatkan saudara kembarnya.
2.     Cinta tanah air dan menghormati budaya leluhur.
3.     Kreatifitas membangun ide bisa dibangun dari hal hal sederhana.
4.     Kekompakan dan kebenaran akan selalu menang.
5.     Kesombongan akan mengalami kehancuran.
6.     Pentingnya menghormati orang yang lebih tua.
7.     Survive itu tidak mudah tapi harus diusahakan.
8.     Perlu upaya dan keberanian untuk menggapai tujuan.
9.     Orang tua akan berjuang untuk kebahagiaan anak anaknya.

Akibat iklan di bioskop kemarin, sepertinya kami juga akan mengagendakan film lain untuk di tonton di bulan depan karena filmnya seputar dunia anak dan memasak.  Kalian sudah nonton juga kah?



serius




Daftar istilah :

1. Perompak : bajak laut
2. Ibroh : mengambil pembelajaran yang menggugah kesadaran diri sendiri dari sebuah peristiwa yang terjadi pada orang lain.
















Medan, hari ke 9 Ramadhan 1440 H

sumber : google


Temans, pernah dengar istilah paper quilling gak sih? Pasti pernah ya.. karena kesenian ini cukup beken kok.  
Paper quilling adalah seni menggulung kertas kemudian merangkai dan menempelkannya menjadi sebuah gambar. Kesenian ini sudah dikenal di benua Eropa sejak abad ke 17 dengan nama roll work atau paper filigree (Google). Pada abad itu, Perancis dan Italia menggunakan kesenian itu untuk menghias ornamen keagamaan yang dilakukan para biarawan. Kesenian ini juga terkenal di Inggris di zaman Raja George III. Putrinya amat menyukai kreasi seni jenis ini dan pernah menghasilkan karya roll work yang spektakuler berupa kotak perhiasan dan memberikannya sebagai hadiah sehingga terkenal kemana-mana.
Pertengahan abad ke 20 seni paper quilling mulai merambah ke benua Amerika dan benua lainnya hingga tercipta berbagai kreasi yang tidak hanya sebatas ornamen keagamaan tapi juga menghiasi perabotan, nampan hingga pigura. Saat ini, paper quilling dikembangkan ke dalam berbagai bentuk, seperti bunga bungaan, hewan, tokoh tokoh kartun dan huruf huruf inisial nama seseorang sesuai kemampuan pembuatnya.
Di Medan sendiri, jarang ditemukan kelas belajar untuk kegiatan semacam ini. Tapi kami beruntung, sebagai anggota komunitas blogger sumut (blogsum), kemarin diberi kesempatan mengikuti kegiatan “Belajar Paper Quilling bersama Bang Oem Dila (nama panggungnya Bang Umar)” yang didukung oleh Kita Kita Medan (KKM) dalam rangkaian kegiatan Fun & Happy Learning by Grolier so pasti kami mendapatkan ilmu ini bersama anak anak secara hrates.. Alhamdulillah…
Acara tersebut sudah berlangsung sejak pagi, namun aktivitas paper quilling baru dimulai pukul 13. 00 WIB di lantai dasar Sun Plaza Medan. Lebih dari 20 anak anak member komunitas blogsum datang untuk mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini dibuka oleh MC Acara dengan memperkenalkan Bang Umar pada para peserta. Bang Umar yang memang ramah langsung bisa memikat hati anak anak yang dengan semangat mulai menggulung sesuai instruksi sambil dipandu oleh Bu Eci salah satu founder blogsum (tepatnya nyambi memegang mic karena minus wireless mic). Hahahah..
MC memperkenalkan Bang Umar

Peserta dibagi menjadi 5 kelompok dengan anggota masing masing 5 orang anak untuk memudahkan koordinasi penyampaian materi. Dan akhirnya anggota setiap tim berkembang menjadi belasan karena semua emaks excited melebihi anaknya. Hahahha… saking nafsunya, akhirnya emak emak yang tadinya nemplok sambil ngobrol di dinding jadi  ikutan menggulung.. Naik darah militer untuk ikut ngelmu.

Setelah kelompok terbentuk, kakak kakak dari KKM mendampingi tiap kelompok. 

Bahan dan alat kerja  mulai dibagikan. Adapun bahan untuk untuk membuat paper quilling  adalah sbb :
1.   Jarum Quilling (Quilling Pen) adalah jarum yang ujungnya terbuka untuk memilin kertas. Disini Bang Umar sangat kreatif membuat sendiri alat ini dengan menggunakan jarum rajut yang dipotong kemudian ditanamkan pada rotan bulat  sebagai holder
Quilling Pen

2.     Kertas Quilling (Quilling Paper)
Sebenarnyaa kertas untuk kreasi ini ada dijual bebas di toko bahan quilling, namun pada kesempatan ini bang Umar mempergunakan kertas recycle yang sudah dipotong potong kecil memanjang dengan lebar kurang lebih 3 mm. Dikombinasi dengan kertas berwarna yang juga dipotong dengan ukuran sama persis.

Memanfaatkan kertas bekas

3.    
Lem kertas untuk menempel dan tusuk gigi untuk mengaplikasikan lem ke kertas agar tangan  tidak kotor


4.       Alas untuk menempel quilling (quilling board)

Setelah semua peserta mendapatkan alat dan bahan masing masing, bang Umar mulai mengajarkan bentuk bentuk quilling yang terdiri dari dua bentuk :
1.    Tehnik gulungan padat
Pada tehnik ini, peserta memegang jarum dengan tangan kanan dan tangan kiri dipergunakan untuk memegang kertas. Yang bertugas menggulung adalah tangan kanan yang memegang jarum quilling. Kertas harus ditarik dengan ketat.
2.     Tehnik gulungan longgar
pada tehnik ini, bedanya adalah kekuatan menarik kertas ketika menggulung, jangan terlalu ketat agar masih bisa dibuat bentuk yang lebih variatif.
 
tehnik menggulung ketat
Pada akhirnya nanti, peserta diminta membuat gulungan mulai ukuran kecil hingga besar dengan beberapa kali sambungan kertas dalam jumlah yang banyak dengan kertas warna warni.
Setelah bentuk bentuk ini selesai dibuat, peserta tinggal menyatukan bulatan tersebut sesuai bentuk yang diinginkan. Sebagai pemula peserta kebanyakan membuat bentuk bunga. Beberapa peserta malah membuat kreasi sesuai tingkat imajinasi masing masing. Hahha ada yang malah membuat gambar hantu hahaha…
Punya Arkan, salah satu peserta bijak hehe

Setelah seluruh peserta selesai membuat kreasinya, KKM menunjuk tiga peserta paling kreatif dan mendapatkan throphy. Berikut kreasi syaffa ammar yang sudah aku beri pigura dan diletakkan di ruang tamu sebagai pajangan. Bukan yang terbaik, tapi aku bangga akan upaya mereka. 

Ammar lagi serius
Syaffa mulai kehilangan mood

Alhamdulillah semoga besok masih diberikan Allah kesempatan memperoleh ilmu lain.

kiri-kanan : punya Ammar dan punya Syaffa
Selain ilmu gratisan, kegiatan ini pada akhirnya juga menjadi sarana bonding time ibu dengan anak.

Sangat memungkinkan untuk dilirik sebagai peluang usaha baru bagi para milenial yang menyukai seni kreatif. Dibutuhkan ketelitian, ketekunan dan passion untuk berinovasi dalam menciptakan kreasi yang diminati oleh masyarakat namun bisnis yang tingkat kesulitannnya tinggi seperti ini biasanya bernilai jual tinggi juga. Selain nilai jual, bisnis ini juga dapat menjadi salah satu cara mengurangi sampah kertas jika dikerjakan dengan serius. Sebab, tak harus menggunakan kertas baru, bisa juga dibuat dari kertas bekas. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif kedepannya bagi para peserta, Amin..








Daftar kata :
Bonding time artinya : hubungan personal yang mendalam diantara dua orang, misalnya antara suami dengan istri atau orang tua dengan anaknya.











 Medan, Hari ke 4 Ramadhan 1440 H




sumber : google
Semester ini saya mengampu mata kuliah kewirausahaan di dua kampus berbeda, yang satu adalah  lembaga vokasi yang cukup beken di Indonesia ini, yang satunya adalah universitas negeri yang juga besar. Total mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini ada 224 orang. Untuk mata kuliah kewirausahaan, saya selalu menetapkan project yang berbeda beda di setiap semesternya. Menurut saya, kewirausahaan adalah soal “mengalami” gak cukup hanya baca teori duduk di meja. Jadilah saya membangun variasi project untuk mahasiswa setiap tahunnya. Suka atau tidak suka mahasiswa harus ikut program saya.. pan eikeh punya hak prerogative disini. Hehehe..
Untuk semester ini saya menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan farmasi yang cukup besar dan punya nama di negeri ini.  Perusahaan ini punya aneka produk yang sangat baik, dan daya jualnya cukup tinggi. Saya sendiri adalah salah satu konsumennya. Setidaknya beberapa produk seperti susu, obat batuk, vitamin E dan suplemen yang cukup dikenal di kalangan emak emak juga dikonsumsi anak saya. Mereka menyukainya.
Sebelum project ini ditetapkan, saya melakukan trial penjualan pada beberapa mahasiswa yang berdasarkan penilaian saya tidak memiliki kemampuan menjual produk yang cukup baik. Secara karakter mereka pendiam, pemalu dan relatif tak banyak bicara. Saya pikir, tidak fair jika saya melakukan percobaan penjualan produk pada mahasiswa yang memiliki good communication skill. Saya ingin mengetahui sejauh mana produk ini bisa dijual. Bahkan pada pelaku penjualan pemula tanpa kolega sekalipun harusnya produk ini bisa dijual. Alhamdulillah, ternyata mahasiswa pemalu yang mengaku tak punya link ini mampu menjual melebihi target yang ditetapkan dengan mudah.

“Cuma saya pajang di dp kok bu. Ternyata banyak yang nanya dan laku. Jadinya saya makin semangat.” katanya dengan jujur.

Akhirnya dari hasil percobaan ini, jadilah program ini dijalankan untuk mahasiswa di semester ini. Mereka harus menjual sejumlah produk tertentu sesuai kesepakatan dan setiap minggu akan diupdate berapa penjualannya. Saya sangat bersyukur atas respon yang positif. Tugas saya sesungguhnya memotivasi mereka untuk berbuat dan menjajal pengalaman mereka sendiri dalam dunia usaha sehingga mereka siap terjun menjadi enterpreuneur.

Di dunia usaha proses menjual adalah aktivitas yang sangat penting. Karena omset bergantung pada kemampuan penjual untuk menciptakan closing.  Dan jika ingin menciptakan banyak closing, tentu harus punya banyak target prospek yang kemudian rajin di follow up.
Ketika saya masih menjadi tenaga sales di bank tempat saya bekerja sekitar 12 tahun lalu, saya banyak memperoleh pembelajaran  soal tehnik tehnik menjual selama 5 (lima) tahun berada di posisi ini. Secara berkala, karyawan di lini marketing diberikan trainingtraining keren yang sangat berpengaruh pada skill kami dalam menjual produk. Betapa saya bersyukur atas pengalaman mahal ini. Sambil menularkan pengalaman ini pada mahasiswa, saya berharap mereka juga mendapatkan pengalaman lain hasil usahanya sendiri, melalui project yang saya terapkan dalam 6 (bulan) proses perkuliahan. Sampai Bulan Juni, program kewirausahaan ini sedang berjalan dan beberapa mahasiswa mengaku mulai menikmati aktivitas “menjual” produk. Pengetahuan mereka akan produk cukup diuji. Di akhir program ini nantinya akan diambil 3 top seller angka penjualan tertinggi untuk masing masing kampus yang akan menerima reward sejumlah uang tunai yang totalnya Rp. 1.500.000,- ditambah sertifikat program yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat kami bekerjasama. Semoga angka ini bisa menambah semangat mereka terus belajar.

Berdasarkan pengalaman lima tahun menjadi personal banker, ketersediaan database sangat berpengaruh pada proses penjualan. Dulu kami menganut paham 30;16;4;1. Dalam 30 list nama, akan menghasilkan 16 call untuk bisa di lakukan prospek, dari jumlah call tersebut mendapatkan 4 warm customer untuk target visit dan minimal 1 akan closing. Rumus kerja ini sudah bertahun tahun dijalankan dan saya tidak pernah underperform selama bertugas. Alhamdulillah. Artinya, proses penjualan tetap harus dijalankan ditambah database yang memadai. Usaha insyaallah tak mengkhianati hasil.

Perkara database ini akhirnya saya terapkan juga pada mumubutikue. Alhamdulillah juga berefek sangat baik dalam  proses penjualan. Tidakpun melakukan penetrasi marketing secara jor-joran, setidaknya kita bisa menjalin hubungan yang baik terhadap customer jika pengelolaan database ini dilakukan dengan baik. Memiliki database yang banyak artinya juga harus rajin bersilaturahim. Kita tidak bisa memprediksi aneka peluang yang datang hingga kita menjemputnya melalui usaha dan doa.
Selain dari perusahaan tempat saya bekerja dulu, almarhum ayah saya adalah mentor pertama yang mengajarkan bagaimana mengelola database. 

Di rumah kami, ada satu buku besar yang ditulis sendiri oleh almarhum ayah, berisi nama nama mitra, kerabat dan sahabat-sahabatnya. Bahkan tehnisi dan vendor yang pernah bekerjasama di luar rumah pun dimasukkan dalam database. Siapapun orang yang sudah sempat kami kenal akan masuk dalam kumpulan data ini. Lengkap dituliskan berdasarkan abjad, tertera juga tanggal lahir pemilik nama tersebut. Sengaja di tulis tangan katanya agar anak cucunya tau bahwa beliau mampu menulis dengan indah. Hahaha… Buku kumpulan data orang  ini juga yang  pada akhirnya sangat membantu ketika saya masih bekerja  sebagai tenaga marketing. Kalau kekurangan database untuk  diprospek, saya cukup memilih beberapa nama dibuku ajaib tersebut kemudian mulai mengkomunikasikan apa  yang hendak saya sampaikan. Alhamdulilllah it works!

manual database
Tapi, satu pesan saya. negara Indonesia kita ini, khususnya Medan Sumatera Utara masih sangat kental budayanya. Ada nilai nilai tak terucap yang harus kita jaga dalam perkara jual menjual ini. Sebanyak apapun database yang kalian punya, tetap harus “main cantik”. Jangan sampai, orang melihat kita balik arah dan pulang hanya gara gara kita menawarkan produk tak mengenal waktu. Kemampuan membaca situasi dan body language orang lain juga perlu diasah. Kapan kiranya  saat yang baik untuk bekerja, kapan waktu menahan diri

Feeling ini bisa diperoleh learning by doing. Semakin tinggi jam terbang akan semakin lihai mempraktekannya. Sebaiknya, database dipergunakan sebagai alat silaturahim terlebih dahulu sebelum mengembangkannya menjadi penghasil pundi pundi uang. Agar tidak terkesan menjadi penjual yang  kaperlek (kapan perlu dipakek) hahaha… jualan atau gak jualan, tak ada salahnya tetap memperkuat silaturahim.

Selamat berpandai-pandai menyikapi database ya…..












 Medan, hari ke 5 Ramadhan 1440 H






Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia di defenisikan bahwa agenda adalah catatan bertanggal selama satu tahun. Digunakan untuk mencatat acara atau kegiatan. 
Pada penggunaannya, masing masing individu punya ciri khas dan kepentingan tersendiri. Aku pribadi adalah salah satu pemakai agenda sejak berusia 11 tahun tepatnya saat duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar hingga kini. Kebiasaan memakai agenda ditularkan oleh orang tua dan orang tua kami agaknya juga menular  dari ayah ibunya. Masih segar dalam ingatanku isi agenda kecil "Ayah"panggilan kesayangan pada kakekku yang kadang bikin ketawa ngakak.
Ya, kakek memiliki agenda tidak terlalu besar berwarna hitam, didalamnya beliau menuliskan segala momentum dari mulai yang penting hingga tak penting menurutku, tapi boleh jadi menurutnya itu adalah hal penting. Kami juga sering membaca bersama isi agenda kakek karena banyak kejadian yang beliau menjadi saksi sejarahnya. Dari agenda ini, sedikit banyak aku jadi tahu soal si anu, tabiat si itu, dan perkara perkara lain sampai kapan seseorang melakukan ini dan itu pada anggota keluargaku. Jadi, kalau ada orang melakukan tindakan kriminal pada zaman dulu dan mengganggu keluargaku, juga tercatat di agenda itu. Semuanya secara detail beserta kronologis kejadiannya.

“siska jatuh tersandung batu, dengkulnya berdarah. Dibawa berobat ke dokter Ramlis B. Alimin.”

Ini salah satu isi agenda kakek yang mencatat kejadian tahun 1982.  Catatan bertulis tangan dengan tinta basah ini buatku gak sekedar sejarah. Dari catatan ini aku bisa merasakan kasih sayang tiada tara. Mereka membesarkan dan mengurusku seserius ini. Sekedar jatuh tersandung aku dibawa ke dokter berpengalaman di daerahku. Mungkin orang lain cukup dikasi obat merah. Dalam fikiranku, hal remeh temeh dalam hidupku mereka simpan kenangannya, apalah lagi momentum besar yang mengandung prestasi?
Ah…..kenangan memang indah.

Kenapa Aku memakai agenda
Dulu sekali, sejak masih TK, oleh Papa, kami wajib menuliskan cerita cerita yang kami alami setiap hari dalam buku harian.  Kebetulan, kami saat kecil tidak diperkenankan menonton televisi sehingga kegiatan yang dikembangkan di rumah kami oleh orang tua adalah membaca, menulis dan berkesenian.  Salah satu prinsip dalam hidup papa adalah JAS MERAH : Jangan lupakan Sejarah. Ketepatan beliau juga arsiparis sehingga sangat mementingkan segala bentuk penyimpanan dokumen dan pencatatan. Tak hanya di kantor, tapi juga di rumah. Menurutnya, apapun bentuk informasi wajib disimpan. Penting tidaknya, kita kadang tak menyadari saat kejadian berlangsung. Bisa jadi kepentingannya terasa setelah masa itu terlewat lama. Jadi menurut beliau agenda adalah alat untuk melatih disiplin introspeksi diri. Dengan agenda, kita juga  bisa mengenal kapasitas diri sendiri hingga selanjutnya diperlukan sebagai bahan referensi untuk meng-upgrade ilmu sekaligus pengalaman  yang belum sempat dipelajari dan dialami. Mama, juga pustakawan. Sebagai sarjana perpustakaan, beliau juga sangat akrab dengan buku, dan dokumentasi. Sampai saat ini, aku masih menyimpan agenda ku sejak SD.
Agenda saat SD

Bentuknya macam macam. Saat kecil, agenda yang kumiliki masih bergambar  kartun  sesuai standar anak anak namun seiring berjalannya waktu bentuk dan model mengisinya juga semakin terarah dan cukup dewasa. Yang jelas, dengan agenda aku merasa yakin bisa merapikan manajemen waktuku sehari hari. Dengan memakai agenda aku lebih percaya diri tidak ada kegiatan atau acara yang terlupa dari ingatan. Negatifnya, aku sering dijuluki miss rempong oleh kawan kawan. Karena bisa hajab dunia persilatan jika buku ajaibku tertinggal. Dunia seakan berhenti. Halah!
Pernah suatu kali, saat meeting kantor di Jakarta, selesai pertemuan aku dan teman yang berdomisili disana memutuskan ngopi di salah satu tempat yang cukup jauh dari lokasi. Saat kembali ke hotel, agendaku tertinggal di mobilnya dan ngotot memintanya kembali mengantarkan agenda itu. Jadilah perkara titip mentitip agenda itu menghebohkan dunia karena aku kebingungan berpisah walau beberapa jam. Lebayyyyy…. Hahaha .. tapi serius lo, sebegitu bergantungnya aku pada agenda sehingga tas tentenganku tetap lebih berat dari teman teman jika pergi kemana mana. Akibat membawa agenda.

Agendaku di tahun 2019

Apa sih isi agendaku?
Subuh tadi selesai menuntaskan semua ibadah, aku mulai hunting melihat kembali isi agendaku dari tahun ke tahun.
Saat SD, isinya seputar pergi liburan ke mana, waktu pergi les, dan beberapa PR yang harus diselesaikan. Ketika SMP masih sama polanya, hanya agak meningkat sedikit ada terselip catatan prestasi disana. Menang lomba dimana, dapet hadiah apa, yaa.. jadi semacam CV kecil bentuknya. 

Agenda saat SMP

SMA, mulai ada to do list, segala bentuk kewajiban, kursus wajib, target les yang mau diambil, jadwal manggung dan catatan uang keluar… hahaha.. mulai mengasah diri how to be emak emak lah ceritanya …
Saat kuliah, selain catatan uang keluar dan masuk, mulai ada catatan buku yang mau dibeli, dedline tugas kuliah serta jadwal manggung. Aku memang sudah punya kewajiban beli buku kuliah sendiri saat itu. Karena selain memperoleh beasiswa supersemar di kampus, aku juga memperoleh beasiswa anak karyawan berprestasi dari perusahaan BUMN tempat ibuku bekerja.
Semakin bertambah umur, isi agenda ini makin berat saja. Hahaha… Ketika sudah bekerja, agendaku mulai dipenuhi database nasabah, warm customer yang harus segera di follow up, jadwal meeting, jadwal follow up nasabah, hari ulang tahun prime customer, sampai tanggal jatuh tempo deposito seluruh nasabah. Huft! Banker sekali yak..

Mendekati hari menikah ternyata aku menemukan agenda khusus tempatku mencatatkan cita cita di hari resepsi hahaha.. di dalamnya berisi model kebaya nikah sampai dekorasi pelaminan dan bentuk undangan pernikahan. Eh, dibelakangnya ada oret oretan belanjaan sampai hari H. Ini yang disebut pengantin mandiri. Karena selain jadi pengantin saat itu aku merangkap jadi ibu buat diriku sendiri sehingga semua urusan harus kuselesaikan hanya berdua dengan Fenty adikku hingga acara itu terselenggara. Karena papa, benar benar bagai sayap patah menikahkanku tanpa mama yang telah lebih dulu pergi 3 bulan sebelum pernikahan.
Berbagai konsep decor, busana hingga catatan belanja di hari pernikahan

Terus bergerak membaca agendaku yang lain dari tahun ke tahun, hingga menikah, satu hal yang tetap sama, tetap ada hitungan tagihan yang dicatatkan. Mulai tagihan listrik hingga beli kaos kaki anak. Hahahaha…. Jadi, kalau kalian pernah berurusan soal uang denganku, dan pura pura lupa aku sudah bayar utang, aku masih punya catatannya loh… semoga gak ada yang terlewat. Begitupun, kalau ada utang yang belum terbayar silahkan komen di bawah dan tinggalkan nomer telepon ya… Biar gak repot pertanggungjawabannya di akhirat nanti..


Mengintip agenda mereka.

Agenda papa
Buku kerja sang seniman Abdi Negara

Sebagai seniman sekaligus arsiparis, agenda papa gak mecing antara sampul dengan isi dalamnya. Hahaha Di sampulnya tertulis Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara, isinya kebanyakan catatan jadwal pementasan teater beserta puisi puisi. Di lembar lain kulihat ada ide ide naskah drama yang akan beliau buat. Namun, yang sangat menginspirasi, tulisannya bagus. Dari tulisannya sangat kentara beliau memang  serius dan senang kerapihan. Dari isi agendanya juga dipastikan pemiliknya pasti sangat mencintai pekerjaannya.

Hobinya menulis dengan tinta cair, tulisannya bagus..

dari mulai agenda kerja, agenda pementasan hingga jadwal dan ide mengurus  pekuburan masyarakat

Tak pernah berhenti berkarya untuk dunia kesenian hingg akhir hayat

Tumpukan arsip baginya bagai tumpukan berlian
jangan berhenti berfikir


Agenda mama
Mama, agak berbeda. Isi agendanya semua berbahasa Inggris. Agenda ini menggambarkan sisi lain seorang Aida yang dikenal sangat religius dan pendiam. Ternyata beliau sangat concern dengan dunia pendidikan. Cita citanya yang sangat kuat agar aku menjadi seorang guru ternyata sebelum meninggal sudah dirasakannya lebih dahulu. Disela waktu bekerja, ternyata beliau juga tercatat sebagai salah seorang pengajar Bahasa Inggris di salah satu sekolah di Medan. Di agenda itu penuh catatan bahan ajar Bahasa Inggris yang akan diberikan pada siswanya.

Tulisannya gak indah, tapi konsisten, menggambarkan keteguhan jiwa penulisnya.


Agenda Mak Ibu (baca : nenekku)
Ulalaaaaa… kalau nenek cerewet nan judes namun pintar ngaji yang satu ini asli penguasa bakulan di zamannya. Isi agendanya melulu resep kueh mueh. Namun, resep dalam agenda ini juga akhirnya yang aku jadikan referensi dalam membuat KUIH DELI, signature taste  nya mumubutikue yang menjadi usahaku saat ini. Semoga tulisannya menjadi amal ibadah bagi mak ibu. Amin.

Tempat dimana aku menemukan resep KUIH DELI

 
Agenda Fenty
Pemiliknya memang karyawan sejati yang gak banyak bicara. Isi agendanya cuma seputar catatan penting untuk pekerjaannya saja. Dan monoton… tak bergejolak hahahaha…

Sebagaimana kepribadian pemiliknya. It's so simple.

Agenda Bang Iwan (Baca : Suami)
Seniman, guru dan antropolog sebijik  ini isi agendanya agak serius. Isinya ilmu semua. Kalau gak catatan hasil ceramah ustad dalam majlis majlis yang didatanginya, ya isinya konten yang akan beliau  upload di channel youtube nya. Tulisan soal konten gak boleh dipublish nanti gak greget lagi.. hahayyyy.. Kalau ada yang penasaran langsung aja klik channel youtubenya www.youtube.com/ikhwanrivai subscribe bila perlu (bukan iklan bukan sihir hahhaa).

Hoyong berbiek bacanya... 
Acak adul, tapi bermanfaat.

Agenda Syaffa Ammar
Isinya hanya berisi catatan yang ingin mereka lakukan, yang sudah diselesaikan dan beberapa resume buku yang sudah mereka baca.

Resume bacaan, sekaligus latihan menulis.

duh, kecil kecil targetnya syereemm..

Banyak sekali keuntungan dan hal positif yang aku rasakan memakai agenda ini. Setidaknya aku bisa mengurangi kelupaan hal hal yang harus dilakukan karena daily to do list  ku tercatat di agenda. Pernah suatu kali, seorang teman yang aku utangin ngotot bilang utangku belom selesai, eh, ternyata di agendaku jelas tertulis kapan pelunasan terakhir. Gagal tepu deh. Gak hanya itu, ber-agenda tak hanya soal pencatatan, tapi terselip manfaat kesehatan karena menuliskannya dengan tangan.


Agenda di era digital?
Seiring dengan perkembangan zaman, di era serba digital ini juga tersedia fitur fitur agenda dan note di ponsel. Beberapa orang mungkin sangat menyukai hal ini. Karena lebih simple dan bisa dibawa kemanapun tanpa berat. Tapi, bagiku, agenda manual alias buku agenda yang ditulis dengan tangan masih jadi pilihan. Kenapa? Sebuah studi di Universitas Northwestern mengungkapkan bahwa wanita merasakan kepuasan saat menulis dengan tangan. Selain itu, menulis dengan tangan juga memberikan manfaat seperti : mencegah insomnia, meredakan stress bahkan  mempercepat penyembuhan penyakit. Jadi, secanggih apapun ponsel yang dimiliki, dan secanggih apapun fitur agenda di ponsel, bagiku, menulis agenda tetap menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Kalau kalian, punya kebiasaan menulis agenda jugakah? Cerita yuk… siapa tau cerita kalian menginspirasi orang lain….



"menulislah, itu cara kau tetap hidup walau telah mati"
-Raswin Hasibuan-




 Daftar Kata :
1. Arsiparis : pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kearsipan pada instansi pemerintah tidak termasuk kegiatan mengurus, memberkas dan mengelola arsip arsip aktif . Kegiatan kearsipan adalah kegiatan dalam bidang pembinaan, pengelolaan dan pelayanan arsip, serta pemasyarakatan arsip.
2. To do list : daftar kegiatan yang akan dilakukan


                                                                                                   



                                                                                                       Medan, hari ke 6 Ramadhan 1440 H



foto ilustrasi, diambil di pematang siantar oleh penulis

Mengapa ada hari Sampah Nasional?
14 tahun lalu, tepatnya 21 Februari 2005 terjadi longsor di tempat pembuangan akhir sampah Leuwigajah, Cimahi, bandung Jawa Barat dan menewaskan 143 orang akibat terkubur sampah. 137 rumah disana tertimbun longsoran sampah setinggi 3 meter. Ditambah lagi ribuan ton kubik sampah mengubur lahan pertanian dan kebun warga kampung Pojok, Cimahi. Inilah peristiwa yang menjadi cikal bakal ditetapkannya di tanggal tersebut sebagai hari sampah Nasional.
Pagi ini, kami, saya berdua suami membahas timeline yang berisi ungkapan, ucapan dan euphoria Hari Sampah Nasional. Betapa di negara Indonesia Raya ini terlalu banyak perayaan dan peringatan. Setiap momentum ingin dirayakan. Bahkan aktivitas memotong kotoran di alat kelamin aja dirayakan besar besaran di negara ini. Tapi sepertinya berbanding terbalik dengan esensinya.
Satu hari saja kita sibuk dengan kegembiraan dan beraktivitas dengan sampah, selanjutnya apa?

Tamparan kemarin
Kota Medan  baru saja dinobatkan sebagai kota paling kotor di Indonesia kategori kota metropolitan versi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK mengatakan predikat ini diberikan saat penilaian program adipura periode 2017-2018. Pada periode ini penilaian dilakukan pada 369 kabupaten /kota se Indonesia. Hal ini berdasarkan penilaian yang mencakup penilaian fisik dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dimana kota kota yang dinilai jelek tersebut melakukan open dumping (pembuangan terbuka), ada yang belum membuat kebijakan dan strategi nasional tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, termasuk juga komitmen yang kurang, anggaran yang juga kurang serta partisipasi publik yang kurang. Di Medan, jumlah produksi sampah mencapai 2000 ton perhari.
Kami di rumah, cukup concern dengan poin “partisipasi publik yang kurang”.  Menyoal kurangnya partisipasi publik di kota Medan ini sepertinya juga terjadi untuk hal hal lain selain sampah. Ini cukup bagi kami untuk introspeksi diri sudah sebaik apa kami memperlakukan sampah di rumah dan bagaimana kami berprilaku terhadap sampah di luar rumah. Hal hal lain yang merupakan tugas dan tanggung jawab pihak berwenang, biarlah menjadi amal ibadah bagi mereka yang mengerjakan tugasnya dan sebaliknya rasakan pula lah azabnya nanti pada hari pertanggungjawaban jika tak dikerjakan sebagaimana mestinya.

Kebersihan adalah Sebahagian dari Iman.
Saya menyikapi kalimat ini sangat serius. Bagi saya, rajin nyampah ya kurang iman. Biar kami punya semangat bersih dari rumah, agar anak anak kami juga tertular. Kami meyakini, semuanya bermuara dari rumah. Pinomat, sebagai emak ayah, kami gak makan gaji buta di hadapan Allah. Semua ajaran dalam Islam sendiri sudah mengajarkan banyak hal perkara bersih dan kebersihan. Wudhu dan thaharah, istinja dengan baik dan sesuai aturan, kunci diterima nya ibadah seorang hamba dihadapan pencipta-Nya. Kalau  hal ini saja diresapi sebaik baiknya tentu kita tak terjebak masalah sampah hari ini. Apalagi jika kita benar benar memantapkan diri dengan hal hal bersih lain yang merupakan anjuran agama.
Rasulullah pernah bersabda, “Ketika seorang laki laki sedang berjalan di jalan, ia menemukan dahan berduri, maka ia mengambilnya (karena mengganggunya), lalu Allah SWT berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya.” (HR Bukhari).
Bayangkan, begitu sederhananya memperoleh ampunan dan pahala, tapi kita kerap mengabaikan hal hal simple padahal hal kecil boleh jadi sumber malapetaka besar.

Pembiasaan kebiasaan.
Berhentilah muluk muluk. Jika perayaan dianggap penting, jadikanlah itu momentum perbaikan diri masing masing. Betapa malunya kita, hari ini kita meriah merayakan hari sampah, eh, besok kita buang sampah di jalanan.  Betapa tak patutnya ketika kita hari ini gembar gembor ngaplot, eh, besoknya kita sekedar nge-flush hasil buang hajat di toilet umum aja enggan. Betapa anehnya kita, ketika hari ini kita menciptakan berbagai macam euphoria dengan ide brilian yang tertangkap kamera berbagai media, eh, tahun depan masih jadi kota paling kotor juga..
Hufttt… muluk muluk yang sama sekali tak indah.
Alangkah indahnya jika kita tak lagi menyaksikan ada mobil mewah yang buang sampah permen keluar jendela di jalan protokol, alangkah indahnya jika kita sama sama belajar dengan anak kita, keluarga kita, bagaimana menahan diri untuk membuang sampah sembarangan.  Betapa indahnya jika kita ikut merawat fasilitas publik semacam tempat sampah dengan tidak mencurinya kemudian dijual, alangkah indahnya jika kita mampu mengawasi diri sendiri dan anak anak kita untuk tidak buang tissue dan tutup botol sembarangan. Alangkah indahnya jika kita bisa menahan diri tak membuang puntung rokok sembarangan.
Alangkah indahnya jika kita membuat perayaan yang diiringi dengan perbaikan. Tak apa tak langsung signifikan, minimal diupayakan semampunya. Butuh konsistensi untuk membiasakan diri terhadap hal hal yang tak biasa dilakukan. Paling enggak kita tak abai.

Hal kecil dari rumah.

hasil karya sederhana dari sampah bersama anak anak dirumah
Kami sekeluarga juga belum sampai pada tahap konsisten melakukan daur ulang sampah. Kami juga belum sampai pada tahap rumah minim sampah. Minimnya pengetahuan soal ini dan memiliki usaha kuliner yang tiap hari nguprek  dapur adalah penyebab utamanya. Ketika anak anak masih usia balita, saya menyikapi sampah kotak susu dan aneka kardus dengan membuat mainan dari barang tersebut. Saya juga membuat tas belanja pribadi dan beberapa barang lain dari bekas kemasan tepung dan deterjen. Belakangan, saya khawatir menimbulkan sampah baru di rumah, akhirnya berbagai bekas kemasan dijual ke penampungnya dan sebahagian dijadikan alat praktek wirausaha bersama mahasiswa di kampus. Bekas bekas botol, saya jadikan hiasan rumah ala ala shabbychic dan dijual pada beberapa kali pameran wirausaha. Masih newbie. Tapi saya berusaha serius agar anak anak juga terkondisi ikut menjaga sampah. Anak anak juga kami awasi untuk tidak “nyampah” baik di rumah maupun diluar rumah. Saat ini, mereka terbiasa membawa pulang bekas permen dan sampah lain di tasnya untuk kemudian dibuang pada tempatnya jika mereka tidak menemukan tong sampah di luar rumah. Kami juga menanamkan kebiasaan memungut sampah di jalan atau dimanapun jika menemukannya dan memasukkannya ke tempat semestinya. Bagi kami, pembiasaan ini akhirnya akan mengembangkan sikap peduli pada lingkungan. Konsisten mengawasi dengan ketat anak anak disiplin meletakkan sesuatu pada tempatnya juga saya yakini berpengaruh pada nafsu melakukan berbagai hal secara sembarangan. Letakkan piring di rak piring, tempatkan sepatu di rak sepatu, bukan meja makan adalah contoh contoh kecil yang juga dapat mempengaruhi budaya beres dan bersih pada anak anak yang pada akhirnya menjadi kebiasaan hingga dewasa.
Di rumah, mereka juga diberikan tanggung jawab membuang sampah setiap pagi pada tempatnya untuk kemudian dijemput oleh petugas pengutip sampah. Belakangan saya mulai menerapkan bawa tempat bekal dan botol minum kemanapun pergi juga membawa wadah belanja jika ke pasar. NIatnya ingin mengurangi asupan plastik. Saya juga berupaya membawa kantongan sendiri jika sedang belanja bulanan di supermarket.
 
membuat miniatur alat musik dari karton bekas susu untuk tugas mading sekolah
Masih begitu sederhana. Kadang juga menghasilkan tertawaan dan ejekan dari pedagang di pasar, tapi begitulah memang jika kita sedang hendak memulai. Ada saja cobaannya yang kadang jika gak kuat membuat urung membuat perbaikan. Kesadaran memang sulit didapat jika tak dibiasakan. Kebaikan akan payah dilakukan jika minim pengawasan. Tapi kami, sedang berupaya keras saling mengingatkan dan saling mengawasi demi sebuah perubahan. Ini bukan janji, tapi lebih kepada komitmen. Kami tak punya kekuatan untuk mengubah predikat kota medan jadi kota terbersih di Indonesia, tapi setidaknya kami sedang berusaha memperkuat diri dari rumah untuk belajar bersih di hadapan Allah karena Allah.


Seringkali kita dengar : “katakanlah walau satu ayat”
Betapa serunya jika akhirnya ditambah dengan : “lakukanlah perbaikan walau satu ayat”
Semua berawal dari hal kecil dan mengurangi kata “tak sempat”. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk melakukan hal hal baik.


Kalau sahabat pembaca, sampah sampah di rumahnya pada dikemanain ya?? trus, biar rumah minim sampah agar tak menjadi penyumbang produksi sampah di kota luar biasa ini bagaimana yaa?
yang berkenan memberikan masukan, saya haturkan terima kasih yaaa...

video diambil saat perjalanan ke daerah Belawan, kota Medan












sumber bacaan : -csrpdambogor.blogspot.com
                           -medanbisnisdaily
40 traffic road : Stock Photo





Aktivitas banyak sejak kecil
Perjalanan panjang sebagai perempuan aktif sejak anak anak dan menjadi perempuan pekerja setelah dewasa, memiliki konsekwensi besar dalam perwujudannya. Semangat yang menggebu untuk menaklukkan target target dalam hidup, pencapaian pencapaian yang telah dikomunikasikan dalam sebuah komitmen bersama orangtua dan diri sendiri pada akhirnya membuat sangat ingin melakukan yang terbaik dan minim kesalahan dalam setiap langkah. Kalau orang lain ingin target 100 %, aku seringkali berniat melampaui hingga dua sampai tiga kali lipatnya.
Dulu sekali, di perjalanan panjang menjadi anak anak, segala bentuk pencapaian dan prestasi gemilang dalam tiap event itu sangat membahagiakan baik diri sendiri maupun orang tua. Masih aku  ingat, ketika pada suatu malam di sebuah hotel, aku dinobatkan menjadi Ratu Serampang 12 tingkat ASEAN di tahun 1997, ibuku tak berhenti menggenggam tanganku, ayahku, tak selesai selesai menciumi pipi dan kepalaku sepanjang malam. Ya, tujuan hidupku sejak kanak kanak memang membuat mereka bangga dan bahagia. Menurutku, mencetak prestasi di berbagai bidang adalah salah satu caranya.
Cara lain menambah kebahagiaan mereka adalah dengan “mengabdi”. Bahagia rasanya jika mereka memuji muji masakanku, senang dengan baju seragam kerja yang aku setrika licin dengan menggunakan setrika arang dan kertas koran, pakaian pakaian wangi dan terjaga karena ku proses mencuci baju mereka dengan tangan dan metode “kanji angin” hahahaha betapa gaya mencuci ala nenek nenek sekali yak. “ngemeng ngemeng apa gak ada setrika listrik bu? Mesin cuci gitu? Atau belum masuk PDAM? Kok menderita sekali pake nimba air segala?”
Banyak yang nanya begitu. Tentu ada cyiinnn.. Tapi jangan panggil ayahku Raswin, jika hidup ini bisa dijalani dengan ongkang- ongkang kaki. Huft!
Sutralah, itu hanya sekelumit proses bagaimana aku dibentuk hingga jadi workaholic sampai hari kemarin.


Menjadi Ibu Bekerja Aktif
Jika seorang anak dibesarkan dengan nilai nilai must be number one  dalam setiap menit, tumbuhnya hampir pasti akan menjadi manusia perfectionist  dan sulit menerima hasil kerja orang lain yang tidak sesuai bahkan lebih ekstrim lagi, semuanya jadi mau dikerjain sendiri agar puas. Dulu, metode ini kunilai sangat baik buat aku pribadi. Karena aku jadi memiliki banyak hal dengan prestasi. Gaji besar, kedudukan yang lumayan, lingkungan yang makin hari makin lebar  ruang lingkupnya dan pencapaian lainnya yang bersifat dunia. Tapi setelah menikah, kemudian punya suami dari latar belakang pola asuh berbeda, kemudian memiliki anak, akhirnya banyak hal yang jadi menyulitkan diri sendiri. Keinginan membuat segalanya perfect dengan tangan sendiri, membuat tubuh yang seringkali tak mendapatkan haknya menjerit jerit.
Dengan aktivitas yang jadi lebih berat, orang lapangan di kantor yang dalam seminggu bisa berkali kali keliling pulau sumatera, punya bisnis yang menguras tenaga dan otak, jadi istri dan ibu yang sok maksimal, akhirnya mengurangi jam tidur, makan seadanya akibat seringkali tidak berselera karena saat jam makan kadang di bandara, kadang dihutan, kadang di empang dan sama sekali tidak olahraga menjadi kehidupan yang dijalani bertahun tahun. Padahal, sejak kecil, sebagai penari tentu pagi sore aku rutin melakukan olah tubuh yang tidak ringan.

Dua kali terjatuh, abai  dan  berakibat fatal hingga robek otot bahu.
Suatu kali, dalam perjalanan English Touring dari tempat kursus berbahasa Inggrisku saat SMA, aku terjatuh di lantai yang licin akibat sesuatu hal. Aku abai dan menganggap jatuh adalah hal yang sepele. Aku masih menyempatkan tadabbur alam ke sipiso piso. Halah…
Pulang dari sana, sempat demam, kemudian dipijat seadanya selanjutnya merasa sehat. HIngga pada suatu titik, tubuh ini kaku, tak bisa digerakkan, dan harus digendong ayahku beberapa bulan mau keman mana. Karena kakiku, tak bisa dipakai buat berjalan. Tulang ekor berdenyut selalu sampai bikin nangis yang ngelihat. Sang penari itu, mendadak macam orang lumpuh. Astaghfirullah.
Alhamdulillah, diberi Allah kesempatan kenal salah seorang dokter akupunturist yang merawatku berbulan bulan dengan metode akupuntur, moxa dan beberapa rangkaian terapi lain, akhirnya aku bisa berjalan kembali. Sejak saat itu, hingga hari ini, aku bergantung sama air panas untuk mandi dan harus putus hubungan dengan high heels yang kupakai bertahun tahun baik dipanggung maupun diluar panggung.
Perkara menyepelekan hal besar ini demi the show must go on ini kiranya tak baik ditiru ya pemirsah! Aku mengulangi kebodohan ini kedua kalinya. Sudah tau pernah ada riwayat jatuh lintang pukang yang akibatnya sangat tak senonoh dan merepotkan semua orang, aku masih juga susah mendidik diri sendiri untuk meminta bantuan orang lain, segan bilang badan sedang tak kondusif dan gengsi kalau terlihat sakit. Jadilah semua aktivitas dalam agenda wajib terlaksana apapun halangannya demi tak suka mangkir dari komitmen. Dasar lebay!
krek…” itu bunyi yang keluar dari bahuku saat aku mengangkat ransel 11 kg berisi baju, laptop dan lain lain perlengkapan yang aku bawa saat perjalanan dinas ke Jambi. “ah, paling paling terkilir.” Berbaik sangka yang sungguh tak positif saat itu. Kudiamkan, hingga tiba kembali di Medan. Hingga pada suatu malam, saat suamiku sedang dikota tempatnya bertugas, tengah malam buta, tubuh ini terasa menegang,  meriang, demam panas, mata panas, kepala mendadak pusing, terasa nyeri tak terkatakan di daerah bahu yang sudah aku lupakan itu. Hingga pagi aku tak tidur karena sakit yang tak biasa. Tepat pukul 08.00 pagi aku menelepon Rumah Sakit, bikin appointment dengan dua dokter sekaligus, syaraf dan tulang. Itupun Cuma sekedar menebak- nebak saja. Daaaaaan akhirnya bisa meet up dokter untuk observasi pukul 17.00 wib sodara sodara. Jam prakteknya memang sore. Huhuhuhu….akhirnya dengan taksi aku menuju rumah sakit itu sendirian.
“Bahu ibu geser, ada otot yang robek di bahu. Kita harus jalani proses fisioterapi di tahap awal 6 bulan wajib hadir ya bu, tapi mungkin, untuk dinyatakan sembuh, paling enggak setahun ini “ nyantai aja dokter membacakan hasil MRI ku sambil nulis nulis pantangan, resep resep, dan lain lain. Tak kudengar lagi cakap cakapnya. Yang kubayangkan, dengan kondisi suami di luar kota, kalau terjadi apa apa, siapa pulak yang mau mengurusi mamak mamak tak seberapa ini. Akhirnya kupecut diriku harus bisa sembuh sebelum 6 bulan. Bagaimana dengan anak anak? Bagaimana  tugas kantor? Bagaimana dengan orderan? Pertanyaan itu menari nari di kepala.. Dasar mamak mamak dunia… kenapalaaah gak santai saja mak?
Akhirnya belum genap enam bulan, aku tetap beraktivitas sebagaimana orang sehat lain, tetap ngebolang keluar kota, dan  sombongnya tawaran izin sebulan bedrest dari bosku kutolak dengan alasan nanti kerjaan jadi numpuk. Begok! Selama setahun lebih, aku tetap menjalani proses fisioterapi, Selama menjalani proses fisioterapi, beberapa kali check up, akhirnya aku iseng MRI lagi. Bahu aman, tapi ada syaraf yang gak nyaman di tulang punggung, ternyata itu, akibat otot kaki yang memendek. Hhahahhaha itulah guys, kalau hidup sudah jadi olahragawan, jangan pernah berhenti yah. Kalau berhenti, ototnya ngerungkel karena tidak dilatih kembali. Kata dokter yang merawatku kemarin sih gitu. sebaiknya tetap disempatkan berolahraga.
terapi tulang punggung


Abaikan posisi jari. gak ada hubungannya dengan pilpres.. hihi


Kesulitan Berjalan
Setelah setahun penuh bolak balik rumah sakit untuk fisioterapi, inces lelah cyiinn. Jadinya inces memutuskan mundur dari dunia persilatan karena nyari waktunya buat terapi makin sulit. Resign kerja, makin malas keluar rumah, apalagi berobat.
Lama tak terapi, kaki semakin sakit, setiap pagi aku tak bisa bergerak, kalau udah duduk, gak  bisa berdiri, macam di sofa empuk hahaha…. Dan kaki pun berdenyut sepanjang hari. Semakin lama sakitnya ngelunjak, naik ke pinggang, naik ke tulang punggung dan terakhir kemarin, kepala berputar putar, TD 102/69. Kupikir rusak alat tensi kawan itu, ternyata awak yang rusak wakakakkaa…
Biar kata payah jalan, gincu kudu tetap cetar cyinnn hahha..
Lelah, kemudian memutuskan harus serius..
Kuyakini, ikhtiar pengobatan itu pun ibarat mencari jodoh. Pasti ada campur tangan Allah di dalamnya. “Kak ika, berobatlah, masih mau kan liat syaffa ammar wisuda, gak mau kan nanti pas anak anak wisuda mamanya didorong di kursi roda?” Tapi, sahabat baikku yang cantik gak pernah bosen memotivasi untuk hayuk berobat. Terus terang kalimat itu terngiang ngiang terus dikepala. Entah bagaimana jalan Allah, akhirnya aku diberi kesempatan sampai pada lingkungan komunitas hari ini dimana aku akhirnya mengenal Ayah dan Umi, begitu kami memanggil guru mengaji kami. Beliau adalah guru mengaji, enterpreuneur sekaligus ahli pengobatan thibbun nabawi. Allah berikan aku kesempatan melakukan terapi pengobatan dengan mereka. Jangan tanya padaku profilnya ya. Ayah dan Umi tak suka publikasi jadi aku harus menjaga privasi. Yang pasti, dengan keyakinan yang kuat akibat sakit yang sudah tak tertanggulangi, kali ini aku sudah berjanji untuk serius patuh pada terapi selama 40 hari.
panas panas bergembira.

Ngapain aja dalam 40 hari?
Hahaha sudah beselemak kawan itu didalam, lambung dan rahim terganggu,pembuluh darah mampet, ada syaraf yang gak jelas duduknya, sampai ada pembuluh darah ke otak yang agak mentiko makanya kemarin sampai pengsan berputar putar. That’s why, selama 40 hari harus menyediakan waktu untuk di treatment oleh ayah dan umi.  Otomatis kakak wajib mengubah pola makan. No minyak dan gorengan, no nasi putih, no gula, bolehnya cuma rebusan, lauk rebus, sayur rebus atau mentah, air nabes (rendaman kurma), madu, kurma, buah dan umbi-umbian. Dari segala perubahan yang harus dilakukan untuk upaya penyembuhan, mungkin yang paling sulit adalah istiqomah dengan pola makan yang baru. Mudah –mudahan bisa kuat dengan segala godaan syaiton. Bismillahirrahmanirrahim…. Sehat…. Here I’m…
Flat-lay Photography of Vegetable Salad on Plate
foto : ilustrasi

Catatan Kecil Buat Para Ibu Aktivis :
  1. Jangan pernah memaksakan diri, berikan hak tubuh untuk beristirahat.
  2. Jangan mengangkat beban terlalu berat, fikirkan kapasitas tubuh yang maksimal.
  3. Pemakai ransel juga harus memperhatikan posisi tubuh saat mengangkat beban di punggung.
  4. Jangan abaikan sekecil kecilnya gejala dalam tubuh.
  5. Olahraga teratur, jangan berhenti mendadak dan tak melakukan aktivitas apapun.
  6. Perbanyak minum air putih.
  7. Berhati hati dengan asupan makanan jika sedang berada di luar rumah.
  8. Kalau terjatuh dalam posisi duduk atau mengenai tulang belakang sebaiknya pastikan kondisi tulang belakang dan posisi pinggang tidak bermasalah.



Daftar kata :
Mentiko : ngelunjak
Beselemak : kacau balau
MRI : Magnetic Resonance Imaging