Lifestyle Blogger | Hari batik 2 Oktober 2020 | Story of Sopou Batik Sibolatangan


 

Rompi batik hijau oleh sopou batik sibolatangan,
Bros by @mumubutikue_craft

Masih ingat kalau kami punya bengkel batik simalungun bernama Sopou Batik Sibolatangan?

Barangkali kawan kawan sudah lupa. Karena sejak fokus mengurusi produk makanan di gerai @MumuButikue praktis Saya gak pernah lagi ngiklanin @mumubutikue_craft karena sudah di handle oleh tim craft sendiri.

Begitu juga sopou batik sibolatangan yang dijalankan oleh Bou Risnawaty Damanik, ibunda mertua saya. Tapi, walau gak pernah diiklanin alhamdulillah bengkel batik kami di kampung gak jalan ditempat. Sekarang sudah menjadi binaan di salah satu dinas di Simalungun, perhatian pemerintah daerah setempat mulai bergerak ke arah yang positif. Alhamdulillah sudah ada karyawan sekitar 5 orang yang bekerja secara reguler dan tetap produksi walau pandemi. Karena walau gak memakai metode pemasaran yang canggih, Allah lebih mengirimkan pembeli dari belahan bumi lain diluar pulau Sumatera bahkan sampai ke Makasar.

Sopou Batik Sibolatangan diresmikan oleh jajaran perwakilan pemerintah daerah Simalungun tahun 2014. Saat itu, kami sekeluarga besar ingin mencoba menciptakan lapangan kerja baru di daerah Sibolatangan, Simalungun. Puluhan tahun masyarakat disana rata-rata bermata pencaharian berladang. Cita - citanya dulu, bengkel batik ini dapat  menjadi salah satu destinasi wisata alternatif. Harapan kami saat itu, tempat ini dapat berkembang dan menjadi lokasi kunjungan wisatawan baik lokal maupun Internasional untuk belajar budaya simalungun dan batik. Tak tanggung-tanggung, kami mengundang Bupati Simalungun ketika peresmian, walau hanya mampu menyuguhkan jagung dan kacang rebus. Alhamdulillah undangan antusias waktu itu.Tidak hanya jajaran pemerintah daerah tapi juga perwakilan TNI dan Polri. Kami sangat bahagia ketika pejabat daerah mencanting kain sebagai pengganti prasasti peresmian macam di televisi. Saat itu acara berlangsung penuh kekeluargaan. Selain bercerita soal batik, kami juga saling melempar canda sambil berjualan kain tentunya. Kain produksi pertama habis diborong para undangan.

Setelah hari itu, kami mulai membuat pinar pinar ke dalam kain. Hanya untuk konsumsi pribadi. Untuk menjaga konsistensi, sebelum merekrut karyawan, kami sekelurga, adik, ipar, cucu ikut belajar mencanting dan memproses kain batik itu. Dan masing masing kami harus membuat kain kain sendiri dan memakainya di acara keluarga. Sungguh menyenangkan. masih teringat dulu, kain pertama ciptaan Saya dan suami adalah kain yang kami persembahkan untuk jagoan kembar kami untuk acara arisan dan pengajian keluarga besar. Waktu itu Kami memilih motif bodad marsipokat Yang mengandung makna musyawarah untuk  mencapai mufakat. Harapannya agar anak anak kami kelak  tahu asalnya dan suka bersilaturahim.



Kain batik sibolatangan hingga saat ini dibuat dengan peralatan serba manual dan terbatas, hasilnya tentu tidak secanggih batik printing dan belum sesempurna batik batik di pulau Jawa, tapi setidaknya karya seni yang dibuat dengan niat baik lillahita'ala itu tetap diberikan Allah pengapresiasinya. Alhamdulillah tak tau Saya berapa lembar kain batik sudah diproduksi entah ratusan entah ribuan atau sudah puluhan ribu catatannya ada sama Opung yang menjalankannya. Ha ha ha...



Ada 50 pinar (motif) yang kami terima resmi dari Dewan Pimpinan Pusat / Presidium Partuha Maujana Simalungun dulu  ketika usaha ini baru mulai akan diperjuangkan. Niat awalnyya  ingin mengabadikan motif asli Simalungun ke dalam media kain agar bisa dikenal oleh anak cucu kelak. Setidaknya masing masing pinar mengandung filosofi luar biasa. Saya akan mencoba menuliskan cerita pinar ini secara lengkap dalam tulisan terpisah.

50 pinar dari Partuha Maujana


Sejak usaha Sopou batik Sibolatangan dirintis, kain kain yang lahir dari bengkel batik ini sudah menjadi berbagai bentuk produk. baju, rompi, gamis, topi, masker, dompet dan lain-lain.

Foto dokumentasi pribadi

Salah satu kreasi batik sibolatangan adalah  tas tangan    milik Saya pribadi. Dibuat dari kain sopou batik sibolatangan dengan  pinar gundur mangulappa  yang artinya buah kundur yang tumbuh subur. Pinar ini melambangkan marwah yang tinggi, kesuburan dan penangkal hewan berbisa. Motif lain yang digabungkan dalam kain ini adalah bunga raya sayur martua yang melambangkan hubungan harmonis seia sekata, umur yang panjang, kekuatan spiritual dan kedewasaan. Motif motif yang tertuang dalam kain kain sopou batik sibolatangan ini mungkin bisa jadi gambaran bagaimana kami berupaya untuk saling menyayangi dan saling mendukung dalam sebuah keluarga besar. 

 


Tas tangan ini dijahit oleh Tante kesayangan baik hati serba karena mesin jahit Saya gak mendukung untuk mengemix dan mencocokkan kain dengan bahan kulit. Bisa patah jarumnya hahaha ... jadi Saya minta tolong dibikinin. Modal tunjuk. Alhamdulillah usia tas tangan ini kurang lebih sudah 6 tahun.    Sering Saya pakai ke kondangan kalau pas mecing bajunya hahaha ...

 

Saya tidak sedang ingin merayakan, cuma jikalah hari ini dianggap momentum, setidaknya kelak  keluarga kami bisa cerita bahwa di keluarga ini  pernah lahir karya batik yang gak cuma bisa dipakai sendiri aja tapi orang lain juga. Semoga sopou batik sibolatangan bisa terus berinovasi dan berkembang sesuai ketetapan Allah. Insya Allah.. 

Kalau kerabat pembaca, suka pakai batik gak? Paling suka batik dari daerah mana sih? Bagikan di kolom komentar ya ...

 

Salah satu produksi sopou batik sibolatangan

1 komentar: