Selama Pandemi Ngapain aja ?


 


Ketika grup Blogger Sumut ramai membicarakan tema tulisan untuk diunggah saat Hari Blogger Nasional, saya cuma silent reader doang yang maju mundur mau nulis hahha akibat jam  mengajar yang sedang padat dan saat ini saya berada di dalam sebuah riset bersama Asosiasi. At least, saya lagi riweh ke lapangan buat ambil data dan bergelut dengan catatan lapangan setelahnya. Tapi, dalam hati ingin sekali ikut berpartisipasi dengan kawan-kawan.

Gag mood” jadi alasan untuk mengkambinghitamkan rasa malas. Namun akhirnya dengan mengerahkan segenap jiwa, Voila … akhirnya Saya terbitkan tulisan ini. Saya berusaha mengingat lagi apa saja yang saya kerjakan selama pandemi ..

 

Stay at Home, Work from Home

Sejak empat tahun lalu saya memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai banker, saya memang sudah komit untuk "pulang ke rumah" mendedikasikan diri untuk kepentingan pasangan dan anak-anak. Qadarullah, muncul pandemi tujuh bulan belakangan ini. Di saat orang banyak yang merasa stres dengan kondisi akhir ini, entah kenapa Saya justru bersyukur karena  keadaan ini sangat mendukung komitmen yang saya tetapkan. Semuanya terasa lebih mudah. Keluar rumah hanya untuk belanja atau keperluan lainnya yang berstatus gawat darurat saja itu membuat saya menjadi memutar akal untuk lebih kreatif. Saya lebih bisa memanjakan anak dan pasangan dengan membuat menu makanan baru yang meningkatkan semangat makan mereka.Saya punya banyak waktu menemani anak - anak belajar yang berani, memberikan ekstra ilmu yang sesuai dengan kesukaan mereka. Salah satu dari kembar saya bisa meningkatkan prestasi di dunia tulis dan baca puisi dimana saya sendiri bertindak sebagai mentornya. Sebagai mantan orang panggung saya bisa mengeluarkan semua ilmu yang pernah saya coba untuk meningkatkan potensi belajar anak saya. Saya menciptakan suasana belajar dan berkomunikasi yang bahagia di rumah. Paling enggak saya refresh dan terapkan ilmu pengelolaan kelas  yang saya dapat saat kuliah untuk praktek belajar di rumah. Alhamdulillah anak anak jadi lebih mandiri dan menikmati belajar daring

“Kami mau terus belajar di rumah aja sama Mama, Ma ..” pengakuan mereka. Hestek stay at home dan work from home akhirnya membuat bonding antara saya dengan suami semakin kuat. Kami bisa membahas proses dan materi belajar daring bersama, makan bersama setiap hari, dan lain - lain. Buat saya, ini benar benar sebuah nikmat. Saya bisa memaksimalkan tanggung jawab saya di rumah dalam kesulitan ini.        

Job Influencer

Sesungguhnya saya juga grogi jika disebut influencer hahahha tapi Alhamdulillah ada saja pekerjaan yang terkait dengan pekerjaan tersebut. Kemaren sempat berfikir pandemi akan sepi job tapi ternyata enggak hahahha .. ada sajalah walau tak banyak.

 


Buka outlet usaha di rumah

Membuka outlet di rumah juga merupakan rencana sudah lama sekali dirancang. Tidak besar karena concernnya bukan pada perbesaran dan perkembangan. Sejak awal Saya menjadikan bisnis sebagai alat berbagi buat orang lain. Saya bisa berbagi melalui kelas kelas masak, kelas kerajinan dan yang lain yang terkait dengan usaha saya. Usaha ini juga bisa menjadi jembatan pembuka kerjasama dengan berbagai pihak. Beberapa pesantren, komunitas, hotel, dan beberapa kampus memutuskan bekerjasama dengan mumubutikue. Tidak hanya Medan bahkan Banda Aceh. Wujud kerjasamanya juga macam –macam. Alhamdulillah lagi saat pandemi saya malah bisa menambah pekerja 3 orang lagi.   Saat perusahaan raksasa mem PHK karyawan bahkan pailit, setidaknya saya  bisa dipercaya Allah menjadi jalan rezeki orang yang ada di dekat saya. Jadi gak perlu menunggu  omset milyaran untuk bisa berbagi. Saya berbisnis dengan cara saya sendiri. Walau ada cibiran dalam setiap prosesnya, walau menurut orang ini adalah  usaha abal-abal, it's okey, Saya bertanggung jawab apapun hanya-mata hanya pada Allah. Saya tidak perduli dengan pandangan manusia. Selain kepuasan batin, usaha ini juga mendapat kebanggaan lain yang membuka jalan baru. PIRT mumubutikue keluar di tengah pandemi. Untuk mengambilnya pun dengan protokoler kesehatan penuh. Allah memang punya rahasia besar buat masing-masing umatnya.  Kami diberi kesempatan menerima pendampingan dari lembaga independen yang tidak hanya dikenal secara Nasional tapi juga Internasional. BUsiness and Export Development Organization (BEDO) memilih kami menjadi salah satu UKM yang diberikan pendampingan dan bantuan usaha. Tentunya sesuai kapasitas kami. Sebagai binaan salah satu dinas, ternyata kami juga mendapatkan kesempatan menerima bantuan dari pemerintah. Dari bantuan tersebut kami berkesempatan menambah kapasitas produksi. Kami juga akhirnya bisa memenuhi permintaan pelanggan untuk produk tambahan baru seperti masker etnik berciri khas Sumatera utara dan konektor masker. Outlet di rumah hanya lapak yang menandakan kami masih berjalan terus. Sebahagian besar percaturan dagang dilakukan secara online dan dikerjakan oleh tim mumubutikue. Saya bisa fokus lebih banyak menghandle suami dan anak anak.

Di gerai sederhana, dari rumah kami terus belajar

Kelas Online dan Seluruh Aktivitas Mengajar

Pandemi ini setidaknya mengubah gaya hidup secara keseluruhan termasuk gaya mengajar dan belajar mahasiswa. Sebagai pengajar di dua kampus, saya harus menyesuaikan diri dengan cepat. Jika sebelumnya saya belajar bagaimana mengelola kelas secara offline, saat ini saya harus membaca berbagai referensi untuk proses belajar secara online. Ilmu ini tidak hanya berguna bagi peserta didik tapi juga kurikulum belajar online anak saya. Saya mendapatkan beberapa kesempatan menjadi narasumber webinar kampus untuk bidang kewirausahaan. Agar seimbang saya juga mendaftar di beberapa webinar yang terkait bidang keilmuan saya. Karena semua dari rumah, saya jadi bisa memaksimalkan seluruh peran saya dibantu support system.  Selain webinar, saya juga membimbing Tugas Akhir mahasiswa termasuk menjadi dosen penguji di sidang tugas akhirnya. Saya jadi bisa benar –benar mewujudkan cita-cita almarhumah ibu saya agar saya memilih berprofesi sebagai pendidik. Sebagai pendidik, walau terjadi pandemi  harus tetap melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat. Saya bersama teman teman dosen sempat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada ibu ibu di salah satu kelompok agar bisa membuat menu menuvmakanan  baru yang sehat untuk keluarga di rumah selama pandemi.

 

Berkontribusi Dalam Riset BEsar

Lima belas tahun sudah saya keluar dari almamater. Tidak hilang kontak , tapi saya hanya silent reader dalam grup WA. Sungguh saya tidak menyangka ketika salah seorang kakak senior, berpengalaman dalam riset riset antropologi, mengajak saya bergabung dalam tim riset berskala Nasional. Asosiasi Antropologi Indonesia pusat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan riset antropologi terkait Covid 19. Suami saya sangat mendukung saya menerima tawaran ini. "Biar pinter katanya hehheheh" .. Jadi hingga akhir tahun kami akan berjuang ke lapangan untuk proses pengambilan data. Tetap menjaga penuh protokoler kesehatan. Semoga riset ini bermanfaat bagi ilmu pengetahuan kedepannya.  Terus terang awalnyasaya tidak yakin bergabung dalam tim kecil ini bersama kerabat junior dan senior beserta abangda professor dosen saya dulu. Namun, mereka ternyata mempercayai saya.


Ikut kelas tahsin 

Produktif tidak melulu soal ekonomi saja. Memenuhi kebutuhan ruh agar terjadi keseimbangan jiwa juga hal yang sangat penting diantara semuanya. Alhamdulillah saya didekatkan dengan komunitas yang memberikan vibrasi luar biasa hebat untuk bisa belajar dengan lebih baik. Pandemi memberikan saya waktu memperbaiki bacaan Al qur'an saya. Saya mau meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Saya ingin lebih baik lagi mempelajari kitab suci saya dan Allah kirimkan guru yang bisa mendukung keinginan saya. Tidak ada yang kebetulan.Semua adalah rancangan terbaik dari Allah.

 

Bikin kajian rutin bersama kawan kawan di rumah

Semangat berdiskusi dengan sahabat sefrekwensi mengantarkan saya akhirnya bertemu dengan keluarga baru yang mendukung langkah hijrah saya. Sudah lama sekali ingin membuat kajian khusus teman teman akhwat di rumah. Tapi belum ada jalannya. Gayung bersambut, Umi Kurniasari Mulia, guru spiritualku bersama Komunitas Ibu Mengajar menyambut niat baik ini. Akhirnya kami membuat agenda rutin yang mengaji hal yang terkait dengan kualitas diri sebagai muslimah. Kami beri nama aktivita rutin ini “ngos-ngosan” artinya Ngobrol-Ngobrol Santai. Walau santai, kami tetap ingin topik obrolannya bernas sehingga bisa mengisi jiwa jiwa yang kosong. Allah Maha Besar, dari minggu ke minggu peserta kajian ini semakin banyak.Semoga Allah berkahi terus langkah kami untuk belajar menjadi istri dan ibu yang lebih baik.

 

Bikin kanal youtube baru

Kemarin suami tetiba ngajakin MEMBUAT kanal youtube baru. Menurutnya, banyak hal dari kami berdua yang mungkin bisa menginspirasi orang lain. Karena banyak hal amazing yang kami lalui dalam proses kebersamaan kami, dan dinamikanya juga tidak mudah. Tapi Alhamdulillah lagi 13 tahun tak terasa kami sudah bersama. Kami ingin kebersamaan kami ada jejak digitalnya. Bismillah, satu demi satu kami dapat menyelesaikan konten ini berdua, berdiskusi berdua dan diedit .. sendirian oleh Bapak Juragan hahahha .. Saya memilih goyang telunjuk saja hahaha .. Milih background, milih lagu dan lain lain .. hahhaha 

 

Kejarlah akhiratmu maka duniamu akan mengikut

Walau masih dalam proses belajar yang terseok-seok, setidaknya saya terus belajar mengedukasi diri sendiri untuk tetap istiqomah mendahulukan apa yang harusnya jadi prioritas.


“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada batasan kebahagiaan pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)

Allah mengatakan dalam surat Al Qashash ayat 77:

وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك ولا تبغ الفساد نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك ولا تبغ الفساد في السحرب مني الميل

Dan pada layanan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan perhatian baiklah (kepada orang lain) rawat Allah telah baik, kepadamu, dan janganlah kamu yang rusak di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang kerusakan.

Dan barang siapa yang mengejar akhirat Allah akan memberikan urusan dunianya dengan mudah, seperti dalam firmannya:

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا} {وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ}

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menyimpan jalan keluar. Dan rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. ” (QS. Ath Tholaq: ​​2-3).

Dari ayat di atas dapat memperoleh keuntungan dari menjadi orang yang bertaqwa adalah Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang muncul dan akan memberikan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Semoga Allah pantaskan kita jadi manusia lebih baik dan Allah takdirkan kita segera keluargaku dari pandemi berkepanjangan ini.

 

 

14 komentar:

  1. MasyaaAllah kakak kembar awak.

    Betul-betul produktif kali ah memang.

    Harus anti-mainstream ya kan, dimana orang-orang menjaga berkegiatan berlebih selama pandemi. Nah kita malah menjadikan pandemi tetap menjadi momentum berkreasi. Yang penting kreativitas nya membawa kebaikan dan keberkahan terutama untuk hari akhir

    Barakallah fiik

    BalasHapus
  2. Makasi adek senama.. alhamdulillah bekawan sama orang orang luar biasa semacam siska Dan lainnya dpt vibrasi positif yg membuat motivasi untuk melakukan hal positif jugag.. SEhat selalu ya sisturrr

    BalasHapus
  3. Apa cerita,,, kain batik, apa roti batik halahhhhh

    BalasHapus
  4. Setuju kak, kejar akhiratmu insyaallah dunia akan ngikut. Senang kali ya di masa pandemi disibukkan dg kegiatan² yg positif dan berfaedah, termasuk ngaji bareng dg Ummi Kurnia ya Kak, mantul. Selamar hari bloger nasional, Kak Siska...semoga sukses selalu. Aamiinn

    BalasHapus
  5. Kakak.. kalo ngeliat orang produktif kayak kakak, orang gak akan percaya kalo kakak kena saraf kejepit.
    Seakan gak ada batas gerak loh kak.

    BalasHapus
  6. Masyaa Allah menginspirasi sekali. Mau dong diajakin ngos-ngosan juga. Biar istiqomah gitu mengingat akhirat. Dunia ini kalau semakin dikejar, semakin sulit digapai. Selamat hari blogger nasional juga

    BalasHapus
  7. Setuju sekali kondisi saat pandemi justru semakin memantapkan komitmen yang telah ditetapkan sebelumnya, saya juga merasakan hal yang sama kak. Jadi semakin yakin. Semoga semua usaha yg dirintis lancar ya kak

    BalasHapus
  8. Fiks produktif sekali kak siska ini, sama kayak kak mia kelen berdua makan apa sih kepo awak nih
    Btw tetap semangat ngeblognya kak, Selamat Hari Blogger Nasional :)

    BalasHapus
  9. Ku jadi pengen tahsin lagi.
    Secara dulu pernah ikutan tahsin, tapi gegara ustadzahnya balik ke kota asalnya mengikuti suaminya, tahsin kami jadi vakum sampai sekarang hiks.
    Dan awak gak berusaha pulak tu untuk nyari guru baru...Ter La Lu

    BalasHapus
  10. masya Allah ... kak'eee itu kegiatannya in sya Allah jadi amal jariyah yaaa. malu rasanya kalo liat diri sendiri. sama kayak kak mia, produktif sekali. semoga kami ikut semangat habis ini. makasih sudah membuat tulisan ini. beneran *terharu awak

    BalasHapus
  11. Kak,, mau pesen roti kopi nya satuuu,, hehe.. Konsisten di jalan hijrah itu cukup sulit lho kak. Tapi kakak bisa sampe sekarang bahkan terus mencari dan menciptakan jalan yang mendukung hijrah kakak. Doakan dv bisa gitu juga ya. Pengen ngajar juga kayak bu dosen cantik ini.

    BalasHapus
  12. Udah la terkatakan lah kalau mak kembar yang satu ini. Walau pun di rumah bae produktifnya nggak kaleng-kaleng. Akak suka stalking status2nya Ika, bener beudlah nggk ada matinya...jos terus

    BalasHapus
  13. masyaAllah kerasa butuh ibadah jg ya selama covid gini huhu berasa kek nya dunia terus wkwkwk masker mumubutikue selalu terlihat di beranda IG hehe

    BalasHapus
  14. Salut sama mba yang tetap produktif disaat pandemi ini, dimana ya sebagian orang malah jadi ajang malas-malasan dengan menikmati waktu wfh. Malah mba seperti semakin sibuk berkreasi, memacu saya untuk bisa juga.

    BalasHapus