Ngopi sore di Dominico Garden

 

Akhirnya mampir

Ngobrol dengan sahabat sefrekwensi saya yakini  bisa menjadi salah satu terapi untuk menjaga pikiran tetap lurus. Ada hal- hal yang mungkin perlu kita evaluasi dan perbaiki terkait fungsi dan peran kita di dunia ini. Sebagai istri dan ibu, kami berduaa adalah orang yang sama-sama punya konsentrasi tinggi terhadap pelayanan untuk keluarga di rumah. Untuk memperkuat fungsi itu dan menjaga konsistensi kami merasa perlu secara berkala meet up untuk saling memotivasi dan menginspirasi. Karena rumah tangga kan tempat belajar seumur hidup. Suami, anak-anak dan support system lain semuanya bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman. Sifat, kebutuhan dan lain-lain pasti mengalami perubahan. Dan sebagai istri dan ibu seharusnya kita bisa terus beljar untuk berani dan pandai menghadapi dan mengelola keadaan agar kehidupan menjadi seimbang dan tetap on the track. 

Karena kami keduanya suka belajar, sore tadi kami sampai juga ngobrolin soal bisnis masing-masing. Rika dengan pempek homemadenya, aku dengan menu baru biskuit kopiku. Sebagai orang yang lahir dan besar di Palembang dia jago bikin pempek dan cuko. Sebagai peminum kopi, aku juga butuh reviewnya untuk produk ini. Sesungguhnya ini bukan produk baru, cuma penyajiannya akan dibuat berbeda saja. Spesialnya, biskuit ini sudah dibekali PIRT jadi insyaallah tidak perlu diragukan kebersihannya. Salah seorang profesor pakar Food  technologi pernah mengatakan bahwa kandungan kopi dalam komposisi produk ini masih dibawah ambang batas jadi insyaallah aman dikonsumsi.

Memilih tempat kadang menjadi salah satu hal yang membuat proses pertemuan kami jadi sedikit riweh. Pernah pada suatu saat kami sudah berdiskusi sepanjang malam ujung-ujungnya kami hanya ketemuan di rumah. Hahahahah. Sebetulnya “ritual” kopdar kami berdua ini gak harus di luar juga sih. Tapi ketika ada yang merekomendasikan suatu tempat kadang kami tergoda untuk mampir. Seperti hari ini. Akhirnya kami janjian ketemuan di  Dominico Garden Jl Sei Besitang.

Kafenya unik sih. Ketika kami datang, pengunjung belum terlalu rame. Disana ada dua buah ruangan yang cukup nyaman dan dingin. Untuk pemesanan makanan dan minuman  kita harus menuju counter pemesanan. Disana kita sudah disambut oleh abang dan kakak yang ramah. Setelah pesan dan bayar, kita akan diberikan bel untuk reminder jika orderan telah selesai untuk dijemput kembali oleh pemesan. Yang membuat berbeda dari kafe lain, di dominico garden kita diperkenankan untuk memesan makanan dari luar via ojek online atau bahkan membawa makanan dari rumah. Sebab Jenis makanan dan minuman yang tersedia disana tidak terlalu banyak. Mereka hanya menyediakan beberapa varian coffee latte, cemilan semacam potato chips, croissant dan cheese toast. Ada juga beberapa minuman segar semacam kesturi dan teh rosella. Semua minuman tersedia panas dan dingin.

Karena kami adalah gerombolan siberat, makan roti keju dan 4 potong croissants dan dua gelas coffee latte  tentunya gak nendang di perut. Agak sore, kami mulai order nasi goreng special dan bihun seafood dari resto di luar. Makanan kami datang saat hujan turun. Alhamdulillah bisa menutupi perut lapar saat cuaca dingin.

Selesai makan dan minum hujan pun reda. Kami melanjutkan obrolan sambil ngemil biskuit kopi yang memang selalu aku bawa kemana - mana buat cemilan kalau ngantuk saat nyetir.

Gak terasa kami sudah  4 jam ngobrol ngalor ngidul disana. Akhirnya  kami ketularan ikutan foto-foto karena mulai ramai pengunjung lain yang datang untuk foto. Lokasinya memang cukup instagramable.

Selesai foto kami pun berpisah, pulang ke rumah masing – masing. Selanjutnya tinggal mengelola hasil obrolan tadi menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat buat kami masing-masing.

Kalau kalian, biasanya lebih suka ngobrol sama sahabat dimana? Siapa tahu bisa jadi referensi untuk tujuan kami di pertemuan selanjutnya. Terima kasih buat yang berkenan berbagi informasi di kolom komentar ya.

 

0 comments:

Posting Komentar