Pengabdian Masyarakat - Menularkan Semangat Wirausaha Sederhana di Panti Asuhan



Tentang Panti Asuhan 

Menurut Depsos RI (2004: 4), Panti Sosial Asuhan anak adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak telantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak telantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas,tepat dan memadai bagi pengembangan kepribadianya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita- cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif dalam bidang pembangunan nasional‟
Sedangkan Gospor Nabor (Bardawi Barzan:1999: 5): “Panti asuhan adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat, yang bertujuan untuk membantu atau memberikan bantuan terhadap individu, kelompok masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup”.
Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan bahwa panti asuhan adalah rumah tempat memelihara dan merawat anak yatim atau yatim piatu.
Adapun dasar hukum perlindungan anak di Indonesia tercantum dalam UU Perlindungan Anak, Pasal 20, dinyatakan bahwa “Negara, Pemerintah, Masyarakat, Keluarga dan Orang Tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Perlindungan Anak”.

Di dalam panti asuhan inilah anak anak yang menjadi penghuni panti diajar dan dilatih  untuk mengembangkan kreativitas atau potensi yang selama ini terkubur dalam dirinya. Setelah mereka mengetahui kreativitas apa yang dapat mereka buat, maka mereka akan memperaktekkan di dalam kehidupannya disaat mereka keluar dari panti asuhan tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan dan beberapa literatur yang menerangkan suasana kehidupan di beberapa  panti asuhan termasuk panti asuhan putri yang menjadi lokasi pengabdian kali ini, mereka benar –benar menggantungkan hidup pada donasi dari para donatur yang ditanggungjawabi secara penuh oleh pihak pengurus panti asuhan. Dengan demikian, perlu dilakukan penambahan program pendidikan informal untuk membantu warga panti asuhan tersebut agar memiliki referensi wirausaha. Sehingga mereka bisa memiliki kehidupan yang mandiri secara financial kedepannya. Kurang lebih 100 orang putri yang menetap tinggal di sana mulai TK hingga usia Perguruan Tinggi.

Bekerjasama dengan Komunitas untuk melakukan Pengabdian Masyarakat.

Adalah TDA, Komunitas Bisnis Tangan Di Atas yang merupakan sebuah komunitas tempat bergabungnya para wirausahawan Indonesia yang didirikan pada Januari 2006 oleh Badroni Yuzirman dan 7 pengusaha lainnya. TDA mempunyai visi membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban. Sampai 2013 telah bergabung tidak kurang dari 15.000 member di TDA dan diantaranya terdapat sekitar 4.000 member terdaftar. Sampai tahun 2013, TDA telah hadir di 50 kota di seluruh Indonesia dan di 4 negara yaitu TDA Hongkong, TDA Mesir, TDA Singapura dan TDA Australia.
Dewan Pendiri TDA sesuai yang tertulis di AD/ ART dan sekaligus orang orang yang menandatangani Akta Notaris Pendirian, yaitu:
1.       Haji Nuzli Arismal (lebih dikenal dengan panggilan Haji Alay)
2.       Badroni Yuzirman
3.       Iim Rusyamsi
4.       Agus Ali
5.       Hasan Basri
6.       Hertanto Widodo
7.       Abdul Rahman Hantiar
Untuk pelaksanaan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian TDA kepada masyarakat, program ini ditangani oleh divisi TDA Peduli.  TDA peduli Cabang Medan untuk tahun 2019-2020 mengagendakan kegiatan selama satu tahun penuh di Panti Asuhan tersebut untuk memastikan kegiatan berjalan berkelanjutan dan berdampak pada warga panti asuhan tersebut. Adapun kegiatan yang akan dilakukan disana TDA yang beranggotakan praktisi bisnis yang sudah malang melintang di dunia wirausaha secara bergiliran menjadi fasilitator sesuai bidang bisnisnya masing –masing.

Target Kegiatan Pengabdian Masyakarakat bersama TDA Peduli

Kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang bagi warga panti asuhan putri Aisiyah. Harapan yang diinginkan melalui kegiatan ini adalah anak – anak tersebut mampu memulai usaha sesuai passionnya masing masing dengan pendampingan para expert.
 Di bawah ini merupakan rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode setahun di panti asuhan tersebut. Pengabdian masyarakat ini baru dilaksanakan dua bulan Desember 2019 dan Januari 2020.

RENCANA KEGIATAN PROGRAM KERJA SAMA TDA PEDULI MEDAN
DENGAN PANTI ASUHAN PUTRI AISIYAH KOTA MEDAN

No
Bulan
Kegiatan
Materi
1
Desember 2019
Kelas Motivasi
Memulai Usaha mulai dari nol- 4 x pertemuan- Siska HAsibuan, S.Sos, M.Pd
2
Januari 2020
Kelas Ketrampilan
Membuat bros dari bahan kain perca
4x pertemuan – Siska Hasibuan S.Sos,M.Pd
3
Februari 2020
Kelas Menulis
Belajar menulis blog
4
Maret 2020
Kelas memasak
Membuat nugget pisang
5
April 2020
Kelas Tausiyah
Pengenalan diri sebagai muslimah
6
Mei 2020
LIBURAN LEBARAN
7
Juni 2020
Kelas Ketrampilan
Membuat kreasi  dari bahan planel
8
Juli 2020
Kelas Memasak
Membuat bronis kukus
9
Agustus 2020
Kelas Ketrampilan
Membuat kreasi  dari bahan daur ulang
10
September 2020
Kelas Memasak
Membuat kreasi  dari martabak mini manis
11
Oktober 2020
Kelas Ketrampilan
Membuat kreasi  dari pita
12
November 2020
Kelas Ketrampilan
Merajut 
13
Desember 2020
Kelas Coaching
Managemen usaha
Materi Pembuka

Pada tahap  awal pertemuan dilakukan pendekatan (bonding)pada warga panti asuhan.  Aktivitas ini dilakukan untuk membangun kedekatan antara peserta kegiatan dengan fasilitator. Selain itu, fasilitator juga ingin mengekplorasi sejauh mana pandangan anak anak panti terhadap dunia wirausaha dan hal hal baru.  Dengan menjalani proses ini akhirnya fasilitator mendapatkan kesimpulan bahwa untuk masuk menjadi bagian dari warga panti walaupun untuk kegiatan postif tidak mudah diterima oleh mereka. Di bagian ini materi materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :
-          Apa yang menjadi cita cita mereka
-          Ruang lingkup wirausaha
-          Pendapat mereka tentang wirausaha
-          Mengenalkan orang orang sukses melalui karya karya nya di masyarakat.
-          Bagaimana memulai wirausaha dengan modal minim
-          Mengenalkan aneka jenis usaha yang memungkinkan digeluti.
Melakukan pendekatan di awal pertemuan 


mengenalkan wirausaha sejak dini


Materi membuat bross dari kain perca

Di tahap ini anak anak panti diberikan pengenalan bisnis daur ulang dari nol.
Bahan yang diperlukan :
-        Kain perca
-        Gunting
-        Benang
-        Jarum
-        Lem tembak
-        Mote mote
      Bahkan anak anak ini mulanya tidak bisa menggunakan jarum jahit.
Setelah pengenalan alat dan bahan, peserta kegiatan diajarkan membuat aksesoris dari kain perca yang layak jual dengan modal yang murah. Dimulai dari bentuk paling sederhana.
Pengalaman adalah guru yang terbaik

Belajar membuat aksesoris kain dari perca

Hasil Kegiatan

Dalam kurun waktu pelaksanaan selama dua bulan, setidaknya warga panti asuhan telah berhasil mempraktekkan materi yang telah diberikan. Namun, keberhasilan tidak bisa didapat secara instan. Harus dilakukan latihan lebih intensif untuk bisa mahir berwirausaha. Tidak mudah untuk mengajak dan memotivasi warga panti dengan jiwa wirausaha. Butuh waktu yang tidak sebentar dan pendampingan yang terus menerus. Saran yang diberikan kepada pihak panti adalah : diharapkan kedepannya pengurus panti dapat memfasilitasi peserta kegiatan yang ingin memulai usaha. Contoh fasilitas yang dibutuhkan seperti : ruang untuk membuka lapak karya mereka dan memperkenalkan hasil karya kepada pihak eksternal.
Semoga harapan ini dapat terealisasi.
Sebahagian karya anak panti


            








0 comments:

Posting Komentar